RI News. Tapanuli, 10 Agustus 2026 — Sejumlah kelompok tani yang tergabung dalam KETA Marancar (Kelompok Tani Masyarakat Adat Luat Marancar) kembali menggelar aksi damai pada Senin, 10 Agustus 2026. Aksi jilid kedua ini berlangsung di dua titik strategis: Gerbang Masuk R17 PLTA Simarboru di Kecamatan Marancar dan Gerbang Masuk R5 di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Massa aksi menyampaikan rangkaian tuntutan kepada PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). Poin utama yang digarisbawahi adalah permintaan klarifikasi terbuka terkait isu dugaan jual beli lahan seluas kurang lebih 13 hektare. Lahan tersebut, menurut kelompok tani, masih menjadi bagian dari area yang mereka klaim sebagai milik komunitas dan saat ini sedang dalam proses sengketa di pengadilan.
Kelompok tani yang terlibat meliputi Kelompok Tani Harapan Makmur, Saroha, Sugi, Gaberstoe, dan Sahala Mario. Mereka secara tegas meminta perwakilan PT NSHE hadir dan memberikan penjelasan langsung mengenai kebenaran informasi soal transaksi tersebut.

“Kami meminta pihak PT NSHE memberikan klarifikasi, apakah benar atau tidak ada jual beli lahan kurang lebih 13 hektare yang masuk dalam tanah yang kami klaim sebagai milik kelompok tani,” demikian salah satu pernyataan yang disampaikan dalam aksi.
Selain menuntut kejelasan, kelompok tani menekankan bahwa apabila terdapat kompensasi, pembayaran ganti rugi, atau bentuk pembayaran lain atas lahan yang mereka klaim, maka hak tersebut semestinya disalurkan kepada lima kelompok tani yang disebutkan. Mereka juga mengingatkan kembali hubungan dan kesepakatan yang dinilai telah terjalin pada 2016. Saat itu, menurut versi kelompok tani, PT NSHE pernah melakukan pembayaran ganti rugi terkait penggunaan lahan untuk tapak tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Berdasarkan pengalaman tersebut, mereka berpandangan bahwa lahan di sekitar atau sempadan tapak tower SUTET tetap merupakan bagian dari area yang mereka perjuangkan.
Baca juga: Polres Kediri Perkuat Produktivitas Peternak Ayam Petelur demi Ketahanan Pangan Masyarakat
Melalui aksi jilid II ini, KETA Marancar berharap PT NSHE bersedia memberikan klarifikasi secara terbuka. Tujuannya agar status lahan dan dugaan transaksi yang dipersoalkan memperoleh kejelasan, sekaligus mencegah munculnya persoalan baru di tengah masyarakat. Kelompok tani menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal isu status lahan yang masih dipersengketakan serta proses penyelesaian melalui jalur hukum.
Pewarta: Indra Saputra
Tagline: #AksiPetaniAdat, #KETAMarancar, #KlarifikasiLahan, #SengketaTanahTapsel, #PTNSHE, #HakMasyarakatAdat, #TapanuliSelatan,

