RI News. Subulussalam, 10 Agustus 2026 – Pemerintahintah Kota Subulussalam menggelar rapat dan diskusi strategis bersama sejumlah pemangku kepentingan daerah pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Pertemuan yang berlangsung di aula Pendopo Walikota Subulussalam itu secara khusus menyoroti tata kelola lahan transmigrasi serta proyeksi pemanfaatannya ke depan.
Fokus utama forum ini adalah pemetaan ketersediaan lahan transmigrasi sekaligus kajian mendalam atas potensi strategisnya. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mendukung rancangan pembangunan lanjutan di wilayah Kota Subulussalam. Pemetaan yang akurat diharapkan mampu menjamin agar perluasan dan penataan ruang kota berjalan selaras dengan potensi sumber daya alam yang ada, sehingga pembangunan tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, melainkan juga berkelanjutan.

Diskusi ini menjadi sangat penting mengingat masih banyaknya kasus tumpang tindih penguasaan lahan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil pembahasan diharapkan menjadi titik awal penyusunan arah peta pertanahan di Kota Subulussalam sekaligus fondasi untuk menggali potensi lahan demi pembangunan yang lebih terencana dan berkeadilan.
Pertemuan dihadiri oleh perwakilan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), para Kepala Mukim, serta sejumlah Kepala Desa. Meskipun beberapa pimpinan wilayah, di antaranya Camat Sultan Daulat, Camat Simpang Kiri, dan beberapa Kepala Desa, berhalangan hadir, agenda diskusi tetap berjalan lancar dan konstruktif. Suasana yang santai namun terarah memungkinkan para peserta menyampaikan masukan secara objektif.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Subulussalam berharap dapat menampung beragam pandangan dari aparatur tingkat bawah hingga instansi vertikal. Masukan tersebut akan menjadi landasan kuat dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan di Kota Subulussalam.
Pewarta: Jaulim Saran
Tagline: #LahanTransmigrasi, #TataRuangBerkelanjutan, #PembangunanSubulussalam, #PemetaanPertanahan, #KebijakanTataRuang,

