RI News. Padang, 5 Agustus 2026 — Warga Kabupaten Pasaman Barat yang menjalani pengobatan rujukan di Kota Padang kini memperoleh kemudahan signifikan melalui layanan transportasi medis gratis dan kepastian akses darah. Fasilitas ini dikhususkan bagi pasien kurang mampu guna meringankan beban operasional selama masa perawatan di rumah sakit rujukan.
Ketua PMI Pasaman Barat H.M. Iphan menyampaikan program tersebut pada pelantikan pengurus PMI Pasaman Barat periode baru di Simpang Empat, Senin (3/8/2026). Program terwujud setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PMI Pasaman Barat dan PMI Kota Padang yang berlaku selama tiga tahun.
Kota Padang sebagai pusat rujukan utama medis bagi masyarakat Pasaman Barat sering menjadi titik krusial bagi pasien berpenghasilan rendah yang terpaksa menginap di rumah singgah. Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi konkret atas kesulitan yang selama ini dihadapi.

“Kerja sama ini menjadi wujud nyata semangat kemanusiaan PMI. Kami berharap masyarakat Pasaman Barat yang berobat di Kota Padang, khususnya warga kurang mampu di rumah singgah, dapat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan tanpa terbebani biaya transportasi maupun kesulitan mendapat kebutuhan darah,” ujar H.M. Iphan.
Untuk mengakses fasilitas tersebut, pasien atau keluarga cukup menunjukkan identitas resmi berupa Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga domisili Pasaman Barat, surat keterangan rumah singgah, atau surat keterangan kurang mampu. Seluruh alur administrasi dan penjadwalan ditangani langsung oleh seorang petugas khusus (Person in Charge/PIC) yang ditunjuk agar proses berjalan cepat dan efisien.
Cakupan program meliputi pengantaran dan penjemputan pasien menggunakan ambulans dari rumah singgah Pasaman Barat di Padang menuju rumah sakit rujukan secara cuma-cuma. Selain itu, pasien asal Pasaman Barat memperoleh prioritas ketersediaan kantong darah dan komponennya dari Unit Donor Darah.
Dr. Desman, M.A., penanggung jawab Rumah Singgah An Naajiya di Padang, menyambut baik inisiatif tersebut. “Sebagai ketua Yayasan An Naajiya kami mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus PMI Pasaman Barat yang baru. Kami memberikan apresiasi atas program terobosan ini, di mana selama ini pasien rujukan dari Pasaman Barat sangat sulit mendapatkan akses darah dan transportasi ke rumah sakit, sehingga dengan program ini sangat membantu pasien dan keluarga,” tutup Dr. Desman.
Program ini diharapkan memperkuat jaringan layanan kemanusiaan lintas kabupaten-kota sekaligus meningkatkan akses kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat Pasaman Barat yang membutuhkan perawatan rujukan di luar daerah.
Pewarta: Sami.S
Tagline: #PMIPasamanBarat, #TransportasiMedisGratis, #AksesDarahPrioritas, #PasamanBarat, #KemanusiaanPMI, #RumahSinggah, #LayananKesehatanInklusif,

