RI News. Sukoharjo, 2 Agustus 2026- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kebijakan tegas terhadap perundungan dan kekerasan di lingkungan Sekolah Rakyat. Siswa yang terbukti melakukan tindakan tersebut akan langsung diberhentikan tanpa diberikan peringatan terlebih dahulu. Kebijakan ini disampaikan saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Gus Ipul, larangan keras terhadap kekerasan dan perundungan berlaku di seluruh area sekolah. “Siswa yang terbukti melakukan kekerasan dan perundungan langsung diberhentikan, tidak lagi diberi peringatan,” tegasnya. Pengawasan aktivitas siswa diperkuat melalui optimasi fungsi kamera CCTV yang dipasang di sejumlah titik strategis di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

Upaya pencegahan dilakukan secara sistematis dengan merujuk pada buku panduan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Buku tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun strategi preventif terhadap kekerasan dan perundungan. Selain itu, para tenaga pendidik akan mengikuti rangkaian pelatihan khusus mengenai pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Pelatihan ini diharapkan memperkuat kapasitas guru dan staf dalam mendeteksi serta menangani potensi masalah sejak dini.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang untuk mewujudkan persamaan akses layanan pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuannya adalah menyediakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Gus Ipul mengungkapkan target ambisius perluasan program ini. Tahun ini alokasi siswa ditambah 45.000 orang, tahun depan direncanakan penambahan 200.000 siswa, dan pada 2029 jumlah siswa Sekolah Rakyat ditargetkan melampaui 500.000 orang di seluruh Indonesia.
Kebijakan zero tolerance ini menjadi bagian integral dari upaya membangun budaya sekolah yang menghormati martabat setiap individu. Dengan kombinasi pengawasan teknologi, pelatihan pendidik, dan sanksi tegas, diharapkan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Pewarta: Tukino
Tagline: #SekolahRakyatAman, #ZeroToleranceBullying, #PendidikanInklusif, #GusIpul, #CCTVSekolah, #MPLS2026,

