RI News. Boyolali, 2 Agustus 2026- Gelaran Merapi Merbabu De Trail (MMDT) 2026 di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang lari lintas alam yang mampu menarik perhatian pelari lintas negara. Pada edisi ketiga ini, 1.050 peserta dari 14 negara menantang jalur di kawasan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, menandai peningkatan signifikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 750 pelari dari empat negara.
Founder sekaligus Race Director MMDT, Sri Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini menghadirkan perubahan strategis. Titik start yang semula berada di dekat pintu masuk pendakian gunung dipindahkan ke Simpang PB VI Selo. “Merapi Merbabu De Trail ini sudah tahun ke-III, agenda ini dilaksanakan di Gunung Merapi-Merbabu. Dimulai dari Simpang PB VI Selo,” ujarnya. Tiga kategori jarak disiapkan: 30 kilometer, 15 kilometer, dan 5 kilometer, masing-masing dirancang untuk mengakomodasi tingkat kemampuan dan pengalaman pelari yang berbeda.
Menurut Sri Agus, daya tarik utama MMDT terletak pada keberadaan dua gunung berstatus tinggi yang jarang dijumpai di lokasi lain. “Saya kira daya tarik Merapi Merbabu De Trail karena ada dua gunung agung yaitu Merapi dan Merbabu yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Sehingga, potensi sport tourism di Boyolali luar biasa,” katanya. Ia berharap ajang ini berkembang menjadi signature event Kabupaten Boyolali yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga luar ruang.

Peserta internasional memberikan kesaksian langsung tentang pengalaman tersebut. Paula Lopez, pelari asal Spanyol berusia 32 tahun yang menjadi salah satu kandidat kuat di kategori 30K dan 5K, mengaku telah mempersiapkan diri dengan volume latihan sekitar 80 kilometer setiap pekan. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia. “Ini adalah kali pertama saya ke Indonesia, ke Merbabu, jadi saya ingin ikut dua kategori race. Saya ingin merasakan pengalaman trail run di Gunung Merbabu dengan pemandangan Merapi,” tuturnya.
Perspektif kelembagaan juga memperkuat posisi MMDT dalam peta pengembangan olahraga dan pariwisata. Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Surya Denta Syafri, menekankan bahwa sport tourism tidak hanya memadukan aktivitas fisik dengan keindahan alam, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian lingkungan dan promosi budaya lokal. Para peserta tidak hanya menikmati lintasan di kawasan Merapi-Merbabu, melainkan juga disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya khas Kecamatan Selo. Surya menambahkan bahwa mulai Pekan Olahraga Nasional 2028, trail run akan berstatus nomor resmi pertandingan, bukan lagi sekadar ekshibisi. “Kami benar-benar ingin mendapatkan bibit-bibit yang berpotensi mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya pada gala dinner Jumat, 31 Juli 2026.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut para peserta dengan pesan yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai prioritas. Ia mengingatkan bahwa jalur yang dilalui—baik kategori 5 km, 15 km, maupun 30 km—bukan semata soal jarak dan elevasi. “Jalur yang akan Anda lalui … adalah bentangan legenda alam, kombinasi hutan pegunungan yang menantang, serta jalur debu dan sabana indah lereng Merbabu yang siap menguji batas kemampuan terbaik Anda,” katanya. Melalui MMDT, Bupati berharap potensi Boyolali semakin dikenal di kancah internasional, sambil memastikan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Gunung Merbabu tetap terjaga kelestariannya.
MMDT 2026 memperlihatkan bagaimana ajang olahraga berbasis alam dapat menjadi katalis pembangunan wilayah yang berkelanjutan: menarik partisipasi global, menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis. Di lereng dua gunung yang saling berhadapan, trail running bukan hanya kompetisi, melainkan juga ruang dialog antara manusia, alam, dan masa depan pariwisata olahraga Indonesia.
Pewarta: Muhamad Riansa
Tagline: #MMDT2026, #SportTourismBoyolali, #TrailRunMerapiMerbabu, #LestariAlamSelo, #JawaTengahBerdaya,

