RI News. Wonogiri, 24 Juli 2026– Polemik yang sempat mengguncang pemerintahan Kecamatan Selogiri akhirnya menemui titik terang. Fredy Sasono, mantan Camat Selogiri yang beberapa bulan terakhir menjadi sorotan publik akibat tuntutan pencopotan dari ratusan perangkat desa, kini resmi menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonogiri.
Mutasi tersebut diumumkan dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di Graha Personalia BKPSDM Kabupaten Wonogiri pada Sabtu, 18 Juli 2026. Selain Fredy Sasono, beberapa pejabat lainnya juga mengalami rotasi jabatan. Didik Ropiyadi beralih dari Sekretaris Kesbangpol menjadi Sekretaris Inspektorat Kabupaten Wonogiri. Pardianto, sebelumnya Kepala UPTD Pengelola Obyek Wisata, kini menjabat Kepala UPTD Pengelola Obyek Wisata dan Sarana Prasarana Olahraga di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Sementara Stefany Agung Sedayu mendapat penyesuaian nomenklatur sebagai Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Keputusan pemindahan Fredy Sasono langsung menyita perhatian masyarakat Wonogiri. Sebelumnya, namanya kerap muncul dalam berbagai diskusi publik setelah Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri bersama ratusan perangkat desa menyampaikan aspirasi resmi. Mereka mengeluhkan hubungan kerja yang tidak harmonis, komunikasi yang kurang baik, hingga ucapan-ucapan yang dianggap merendahkan. Berbagai isu seperti pelaksanaan upacara bendera, Festival Bothok, dan koordinasi program lintas sektor juga menjadi bahan keluhan.

Meski demikian, Fredy Sasono saat itu menunjukkan sikap pasrah dan siap menerima keputusan pimpinan. “Saya serahkan ke pimpinan,” ujarnya singkat kepada wartawan. Ketika ditanyai soal kemungkinan mutasi, ia menjawab dengan kalimat yang kemudian viral: “Namanya prajurit ya siap.”
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memberikan arahan tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan ASN bukanlah fasilitas untuk bersantai, melainkan amanah dan tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat.
“Era zona nyaman bagi ASN sudah lama berakhir. Kita berada di era kompetisi dan akuntabilitas. Kinerja Saudara akan dipantau dan dievaluasi secara berkala, ketat, dan berbasis output serta outcome,” tegas Bupati Setyo Sukarno.
Baca juga: North Hub: Proyek Raksasa Hulu Migas yang Siap Jadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia Menuju 2030
Bupati juga mengingatkan agar tidak ada lagi aparatur yang bekerja hanya sekadar memenuhi absensi tanpa memberikan dampak nyata. Ia mengancam akan ada sanksi hingga penataan ulang jabatan bagi yang berkinerja buruk. Selain itu, Setyo Sukarno meminta seluruh pejabat segera membenahi pelayanan publik agar tidak lagi berbelit-belit dan mempersulit masyarakat.
Rotasi jabatan ini diharapkan menjadi babak baru bagi perbaikan birokrasi di Kabupaten Wonogiri, sekaligus menutup babak polemik yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu terakhir.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #MutasiWonogiri, #FredySasono, #BupatiSetyoSukarno, #KesbangpolWonogiri, #ReformasiBirokrasi, #PelayananPublik,

