RI News. Istanbul, 22 Juli 2026 – Jepang kembali berjuang melawan cuaca ekstrem ketika badan meteorologi negara itu mengeluarkan peringatan serangan gelombang panas untuk 41 dari total 47 prefektur di seluruh negeri pada Rabu pagi. Fenomena ini menandai berlanjutnya dominasi sistem tekanan tinggi yang menyebabkan suhu udara melonjak tajam, menciptakan kondisi yang semakin mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.
Hari Rabu menjadi hari kedua berturut-turut Jepang mengalami “kokushobi”, istilah resmi baru yang diperkenalkan tahun ini untuk menggambarkan hari-hari dengan suhu mencapai atau melampaui 40 derajat Celsius. Lembaga penyiaran publik NHK melaporkan bahwa suhu tertinggi tercatat di Kuwana, Prefektur Mie, mencapai 40,5 derajat Celsius, diikuti Hamamatsu di Prefektur Shizuoka dengan 40,1 derajat Celsius pada pukul 14.00 waktu setempat. Beberapa kota lain juga melaporkan angka di atas 39 derajat Celsius, menjadikan gelombang panas ini salah satu yang paling intens dalam beberapa tahun terakhir.
Dampak langsung sudah terlihat di ibu kota. Menurut Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo, sebanyak 287 orang dibawa ke rumah sakit pada Selasa (21/7) karena diduga mengalami heatstroke atau serangan panas. Angka ini memperkuat kekhawatiran bahwa musim panas 2026 berpotensi mengulangi atau bahkan melampaui rekor tahun sebelumnya, ketika lebih dari 100.000 warga Jepang harus dirawat karena dampak gelombang panas.

Para ahli meteorologi menekankan bahwa pola cuaca ini bukan sekadar anomali musiman, melainkan bagian dari tren pemanasan global yang semakin terasa di kawasan Asia Timur. Warga di seluruh wilayah yang terdampak diimbau untuk tetap berada di ruangan berpendingin udara, menjaga asupan cairan yang cukup, serta mengonsumsi garam secukupnya untuk mencegah dehidrasi. Aktivitas di luar ruangan yang berkepanjangan sangat dihindari, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Pemerintah daerah setempat terus memantau situasi sambil menyiapkan langkah mitigasi lebih lanjut. Pengenalan kategori “kokushobi” diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dan respons cepat terhadap risiko kesehatan akibat suhu ekstrem yang kini menjadi tantangan rutin di musim panas Jepang.
Pewarta: Justin
Tagline: #GelombangPanasJepang, #Kokushobi, #SuhuEkstrem, #PeringatanPanas, #IklimBerubah,

