RI News. Surabaya 18 Juli 2026 –Lima mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil mengubah limbah pertanian menjadi camilan sehat bernama Mangonut Bar. Inovasi ini memanfaatkan daun mangga dan kulit kacang tanah sebagai bahan utama, sekaligus menawarkan solusi pangan fungsional yang potensial membantu mengatasi masalah kesehatan masyarakat, khususnya diabetes.
Ketua tim Josephine Aprilia menuturkan bahwa ide penciptaan Mangonut Bar bermula dari keprihatinan mendalam terhadap tingginya kasus diabetes mellitus tipe satu dan dua di Indonesia. Menurut data global, Indonesia menduduki peringkat keenam dunia dalam jumlah penderita penyakit tersebut.
“Setelah kami telusuri, daun mangga ternyata mengandung senyawa antidiabetes berupa mangiferin. Ekstrak daun mangga dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah melalui penurunan proses penyerapan glukosa,” jelas Josephine di Surabaya, Jumat.

Tim pengembang Mangonut Bar terdiri dari Josephine Aprilia bersama Felicia Tiffany T, Jovianne Vevina, Sabina Ananda V, dan Edwin Tirtana. Mereka berasal dari Fakultas Teknobiologi serta Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya.
Selain manfaat mangiferin dari daun mangga, tim juga memanfaatkan kulit kacang tanah yang selama ini sering terbuang. Limbah tersebut kaya akan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Proses pengembangan produk memakan waktu sekitar tiga bulan. Tim menghadapi berbagai tantangan, terutama penyelarasan jadwal karena berasal dari fakultas berbeda serta serangkaian uji coba untuk mendapatkan tekstur, rasa, dan aroma yang menyenangkan.
Baca juga: Polda Metro Jaya Siapkan Skema Situasional Cegah Kemacetan Saat Aksi Unjuk Rasa di Jantung Ibukota
“Tantangan utamanya karena kami berasal dari fakultas yang berbeda, sehingga menyesuaikan jadwal dan kesibukannya cukup sulit. Selain itu, butuh beberapa kali percobaan agar produk yang dihasilkan memiliki tekstur, rasa, dan aroma yang enak,” ungkap Josephine.
Di bawah bimbingan Dr. Gabriel Tirtawijaya, tim melakukan pengeringan bahan untuk menjaga kandungan nutrisi. Daun mangga dikeringkan dalam oven bersuhu 55 derajat Celsius selama 1,5 jam, sementara kulit kacang tanah dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius selama dua jam sebelum dihaluskan menjadi serbuk.
Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan mentega, pemanis erythritol, madu murni, telur, tepung maizena, kacang tanah panggang, dan rice crispy. Adonan dipanggang selama 15 menit pada suhu 120 derajat Celsius hingga menjadi snack bar siap konsumsi.
Baca juga: Polda Jateng Tingkatkan Standar Pelayanan Publik Lewat Sinergi dengan Ombudsman RI
Josephine berharap inovasi ini dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak produk pangan berbasis limbah yang memberikan manfaat kesehatan luas bagi masyarakat. Ia juga melihat potensi besar Mangonut Bar untuk diproduksi secara industri mengingat bahan baku yang mudah didapat, proses pembuatan sederhana, serta modal yang relatif terjangkau.
Sebelumnya, Mangonut Bar berhasil meraih medali emas kategori Pangan, penghargaan Favorite Poster kategori Pangan, serta juara harapan III seluruh kategori dalam ajang Mandalika Essay Competition 8.
Pewarta: A. Muchlis
Tagline: #MangonutBar, #InovasiMahasiswa, #LimbahPangan, #PanganFungsional, #AntiDiabetes, #Ubaya, #Mangiferin, #KreativitasMuda,

