RI News, Trenggalek, 8 Juli 2026 – Malam itu Lapangan Budaya Kecamatan Dongko, Trenggalek, bertransformasi menjadi panggung hidup yang memancarkan semangat pelestarian warisan leluhur. Pentas Tari dan Kolosal Uji Kompetensi XI Sanggar Tari Nismara Sari sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat yang memadati lokasi, menyaksikan penampilan generasi muda yang penuh dedikasi dalam menjaga keberlanjutan seni tari tradisional.
Di bawah kepemimpinan Bapak Ichwan Sawaji, Sanggar Tari Nismara Sari kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai lembaga pembinaan yang tidak sekadar melatih teknik tari, melainkan juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya lokal. Acara yang berlangsung pada Selasa (7/7) malam ini menjadi bukti konkret bahwa seni tari bukan hanya hiburan, tetapi juga medium pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tak lepas dari dukungan lintas sektor. Unsur Forkopimcam Dongko, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek, serta Dewan Kebudayaan dan Adat Trenggalek (Kadang DEKAT) hadir secara langsung. Kehadiran tokoh masyarakat, seniman senior, dan elemen masyarakat luas semakin memperkuat narasi bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum keramaian untuk memasarkan produk kuliner dan kerajinan khas Dongko, menciptakan suasana yang harmonis antara apresiasi budaya dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Kadang DEKAT menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pengurus sanggar, pelatih, orang tua siswa, sponsor, hingga masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan acara. “Semangat gotong royong seperti ini menjadi fondasi utama dalam menjaga warisan budaya agar tidak punah ditelan zaman,” ujar perwakilan Kadang DEKAT.
Baca juga : Menteri Purbaya Akan Minta Data Lengkap BPJS: 95% Pencairan JHT Sudah Bebas Pajak?
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus digelar secara periodik, menjadi inkubator bagi lahirnya generasi muda Trenggalek yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kebanggaan tinggi terhadap seni budaya Nusantara. Seperti disampaikan dalam pernyataan penutup acara: “Budaya yang lestari adalah warisan yang terus dihidupi. Ketika generasi muda menari, sesungguhnya mereka sedang menjaga identitas bangsa.”
Pewarta : Sugeng R
Tagline: #KadangDEKAT, #BudayaDongko, #PelestarianBudaya, #SanggarNismaraSari, #TariTrenggalek, #GotongRoyongBudaya,

