RI News. Ankara, Turki, 8 Juli 2026 – Presiden Donald Trump kembali mengejutkan panggung internasional dengan pernyataan tegasnya bahwa Amerika Serikat harus mengambil alih kendali Greenland dari Denmark. Pernyataan ini disampaikan tepat saat NATO tengah berupaya memperkuat persatuan melalui paket kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar di sebuah KTT di Ankara, Turki.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Trump mengulangi pandangannya bahwa Greenland memiliki nilai strategis penting bagi keamanan nasional AS. Ia kembali menyebut ancaman kehadiran kapal-kapal China dan Rusia di sekitar pulau tersebut, meski klaim ini menuai banyak sanggahan. “Pulau itu seharusnya dikuasai oleh Amerika Serikat, bukan Denmark,” tegas Trump.
Langkah Trump ini berpotensi menimbulkan ketegangan baru di dalam aliansi NATO, yang prinsip dasarnya menjamin keamanan bersama dan menghindari ancaman antaranggota. Sementara itu, para pemimpin Eropa dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte berusaha keras merespons kritik lama Trump mengenai kontribusi pertahanan negara-negara Eropa yang dianggap masih kurang memadai.

Di sisi lain, Trump mengumumkan pencabutan sanksi terhadap Turki terkait pembelian sistem rudal S-400 Rusia. Keputusan ini membuka peluang bagi Ankara untuk kembali ke program pesawat tempur F-35, meski masih terdapat berbagai kendala hukum di Amerika Serikat. Trump menilai Turki sebagai mitra yang lebih loyal dibandingkan beberapa sekutu lainnya.
Erdogan menyambut positif langkah tersebut dan menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan menepati komitmennya. Kedua pemimpin tampil akrab dalam pertemuan yang diwarnai upacara militer megah, termasuk parade berkuda dan formasi jet dengan asap warna-warni.
Namun, rencana penjualan F-35 ke Turki menuai kritik tajam dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan kekhawatirannya bahwa hal itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan dan berpotensi memicu agresi baru.
Baca juga : Eskalasi Mematikan di Selat Hormuz: AS Hantam Lebih dari 80 Target Iran di Tengah Krisis Pemakaman Khamenei
Di forum yang sama, NATO mengumumkan beberapa proyek pertahanan besar, termasuk pengadaan pesawat pengawas GlobalEye dari Saab serta drone Triton. Inisiatif ini melibatkan banyak negara anggota dan didukung skema pembiayaan Uni Eropa. Meski demikian, sebagian proyek tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan sebelumnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang turut hadir kembali menyerukan agar Ukraina diterima menjadi anggota NATO. Ia menekankan pengalaman tempur pasukannya yang matang serta kontribusi potensial dalam memperkuat pertahanan aliansi, termasuk kemampuan serangan jauh ke wilayah Rusia.

Zelenskyy dijadwalkan bertemu langsung dengan Trump pada hari berikutnya. Sementara itu, kekhawatiran akan kemungkinan serangan hibrida Rusia terhadap Eropa terus mengemuka di tengah perang yang memasuki tahun kelima.
Pewarta: Setiawan Wibisono
Tagline: #TrumpGreenland, #NATO2026, #ErdoganTrump, #F35Turki, #ZelenskyyNATO, #GeopolitikGlobal,

