RI News. Lampung Selatan — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi muda sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas, adaptif, serta mampu menerjemahkan ideologi menjadi aksi nyata.
Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Sabtu. Acara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, mahasiswa, serta civitas akademika berbagai perguruan tinggi setempat ini menjadi momentum penting untuk mendiskusikan kepemimpinan yang visioner.
“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” ujar Bima Arya.

Menurutnya, ideologi kepemimpinan harus diwujudkan dalam strategi yang tepat agar menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bima Arya juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan identitas daerah.
“Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinan selama 10 tahun di Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat,” tambahnya.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyatakan bahwa negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan alam, melainkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola potensi yang ada. Ia menilai buku Babad Alas menyajikan pelajaran berharga tentang tantangan, dinamika, serta proses pengambilan keputusan seorang pemimpin.
Baca juga : Bung Karno Festival 2026: Menggali Akar Sejarah di Tengah Gemuruh Kemajuan Jakarta
“Pengalaman yang tertuang dalam buku ini mengajarkan bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” kata Egi.
Egi mengajak para mahasiswa dan akademisi untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan peduli terhadap masyarakat. Melalui seminar ini, diharapkan muncul berbagai gagasan dan inspirasi yang dapat menjadi modal bagi generasi muda dalam membangun kepemimpinan kolaboratif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Seminar Bedah Buku Babad Alas ini menjadi wadah strategis untuk menghubungkan pengalaman kepemimpinan di tingkat lokal dengan visi nasional Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam mencetak pemimpin berkualitas bagi bangsa.
Pewarta : T-Gaul
Tagline : #IndonesiaEmas2045, #KepemimpinanBerintegritas, #GenerasiMudaIndonesia, #BabadAlas, #PembangunanSDM, #LampungSelatan, #SeminarNasional,

