RI News. Bandar Lampung – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Lampung sukses menyelenggarakan Seminar Daerah Tahun 2026 dengan tema “Kearifan Lokal sebagai Pilar Etika dan Pedoman Sosial dalam Menghadapi Tantangan Kehidupan Modern”. Acara yang digelar pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Aula A FKIP Universitas Lampung ini menjadi wujud nyata pembelajaran berbasis proyek mata kuliah Hukum Adat bagi mahasiswa angkatan 2023.
Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai eksistensi hukum adat di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Melalui seminar, mahasiswa diajak tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana nilai-nilai adat tetap hidup dan relevan dalam masyarakat kontemporer.
Dua narasumber utama menjadi daya tarik utama acara. PYM SPDB Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kepaksian Pernong, hadir sebagai representasi tokoh adat. Sementara Prof. Admi Syarif, Ph.D., memberikan perspektif akademik yang mendalam.

Dosen pengampu mata kuliah Hukum Adat, Abdul Halim, S.Pd., M.Pd., menjelaskan filosofi di balik penyelenggaraan seminar ini. “Mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori di ruang kelas. Melalui seminar ini mereka dapat memahami bagaimana hukum adat hidup, berkembang, dan tetap relevan di tengah masyarakat. Harapannya, mahasiswa mampu melihat hukum adat sebagai bagian penting dalam membangun karakter dan kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Dalam paparannya, Sultan Edward Syah Pernong menegaskan bahwa adat Lampung bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pedoman moral dan etika yang masih sangat relevan. “Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai tersebut agar tidak tergerus oleh arus globalisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Admi Syarif, Ph.D., menyoroti posisi strategis hukum adat dalam sistem hukum nasional. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi alternatif solusi bagi berbagai persoalan sosial sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah dinamika kehidupan modern.
Baca juga : Srikandi Komodo Selatan Menggebrak: Tuan Rumah Dibungkam, Gelar Juara Semakin Dekat
Seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hidup. Mahasiswa, dosen, serta peserta undangan aktif membahas berbagai isu, mulai dari strategi pelestarian budaya, tantangan modernisasi, hingga penerapan nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PPKn FKIP Universitas Lampung berharap mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang hukum adat. Nilai-nilai kearifan lokal diharapkan menjadi landasan kuat dalam membentuk karakter, etika, serta pedoman sosial bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pewarta : Atalinsyah
Tagline : #SeminarPPKnUnila, #KearifanLokalLampung, #HukumAdat, #PendidikanPancasila, #GenerasiMudaLampung, #PelestarianBudaya, #EtikaModern, #FKIPUnila,

