RI News. New Jersey – Tim Nasional Brasil gagal meraih kemenangan pada laga pembuka Grup C Piala Dunia FIFA 2026. Bertemu Maroko di Stadion MetLife, Selecao hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung penuh dinamika pada Minggu malam waktu setempat.
Maroko tampil dengan keberanian luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan. Di bawah asuhan Mohamed Ouahbi, Atlas Lions langsung mengambil inisiatif dan mendominasi penguasaan bola pada fase awal pertandingan. Tekanan tinggi yang diterapkan Maroko berhasil membuat lini tengah dan belakang Brasil kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan Maroko akhirnya terealisasi pada menit ke-25. Ismael Saibari menjadi pahlawan sementara bagi tim Afrika Utara itu setelah melepaskan tembakan yang tidak mampu diantisipasi kiper Alisson Becker. Gol tersebut menjadi buah dari permainan agresif dan efektif Maroko, yang mampu memanfaatkan ruang-ruang kosong di pertahanan lawan.

Tertinggal satu gol, Brasil langsung bereaksi. Pelatih Carlo Ancelotti menyaksikan timnya meningkatkan intensitas serangan. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-32 ketika Vinicius Junior mencetak gol penyeimbang. Penyerang Real Madrid tersebut melepaskan tendangan melengkung indah yang bersarang di sudut atas gawang Yassine Bounou. Gol tersebut sekaligus menandai gol internasional ke-10 Vinicius pada penampilan ke-50nya bersama timnas Brasil.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Ancelotti melakukan rotasi cepat dengan memasukkan Fabinho dan Danilo. Perubahan tersebut membuat Brasil lebih dominan dan kerap mengancam pertahanan Maroko. Vinicius Junior menjadi motor utama serangan Samba, namun disiplin lini belakang Maroko yang dipimpin Achraf Hakimi berhasil meredam berbagai peluang.
Baca juga : KUHP Baru, Senjata Hukum Baru untuk Bongkar Akar Mafia Tanah
Meski Maroko lebih banyak bertahan pada babak kedua, mereka tetap mampu menjaga keseimbangan. Pergantian pemain yang dilakukan pada menit ke-64 membantu menyegarkan skuad Atlas Lions. Kiper Yassine Bounou sempat mengalami masalah pada bahunya, tetapi berhasil melanjutkan pertandingan hingga akhir.
Pada 20 menit terakhir dan masa injury time, Brasil terus menggempur. Namun, ketangguhan pertahanan Maroko serta performa solid Bounou membuat skor tidak berubah. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim harus puas berbagi satu poin dari laga pembuka grup.
Hasil ini menunjukkan bahwa Maroko bukan lagi tim underdog di pentas dunia. Pendekatan taktis yang disiplin dan keberanian menyerang mereka menjadi pelajaran berharga bagi Brasil, yang diharapkan mampu bangkit pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Grup C.
Pewarta : Anjar Bramantyo
Tagline : #PialaDunia2026, #BrasilVsMaroko, #ViniciusJunior, #AtlasLions, #GrupC, #StadionMetLife, #CarloAncelotti, #MohamedOuahbi,

