RI News. Bukittinggi – Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Jepang di sektor pariwisata sekaligus meningkatkan promosi destinasi unggulan daerah tersebut kepada masyarakat Jepang.
Rombongan dubes disambut langsung oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias beserta Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala dinas di Balai Kota Bukittinggi pada Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir menyampaikan apresiasi tinggi terhadap potensi pariwisata Bukittinggi yang dinilainya sangat menjanjikan.
Menurut dubes, masyarakat Jepang sebagai wisatawan memiliki karakteristik khusus yang menuntut persiapan matang. “Masyarakat Jepang butuh kepastian dan perencanaan untuk berkunjung ke suatu daerah, terutama untuk liburan. Mereka butuh informasi sederhana terkait fasilitas umum yang bersih dan nyaman,” ujarnya.

Nurmala menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Bukittinggi dengan pelaku tour and travel untuk menyusun materi promosi yang detail. Informasi mengenai akomodasi, tempat belanja, hingga fasilitas toilet harus tersedia jauh sebelum wisatawan tiba. Ia juga menyoroti perhatian masyarakat Jepang yang sangat tinggi terhadap kebersihan, khususnya toilet, serta kualitas dan porsi makanan.
Lebih lanjut, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir menilai nilai sejarah Bukittinggi sebagai daya tarik utama yang belum tergali maksimal. Ia mendorong agar narasi sejarah kota ini disajikan dalam berbagai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. “Sejarah Bukittinggi yang disampaikan Bapak Wali Kota tadi luar biasa. Mungkin orang Indonesia sendiri tidak banyak yang tahu. Ini akan menambah daya tarik wisatawan mancanegara,” katanya.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa Bukittinggi memiliki latar belakang sejarah yang kuat sebagai salah satu pusat perjuangan bangsa. Kota ini pernah menjadi ibu kota negara saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948, serta tanah kelahiran Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.
Baca juga : Motif Gelap Mantan Caleg: Mantan Istri Diduga Otak Pembunuhan Warga Korea Selatan di Tambun
“Bukittinggi ini merupakan tanah kelahiran sang proklamator Bung Hatta dan banyak pahlawan serta tokoh nasional lain. Bukittinggi pernah jadi ibukota negara saat PDRI 1948,” ungkap Ramlan. Ia menambahkan bahwa Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, memiliki kombinasi wisata alam, budaya, dan sejarah yang sangat potensial menjadi magnet wisatawan mancanegara.
Ramlan berharap pemerintah pusat dapat lebih sering menyelenggarakan kegiatan berskala nasional dan internasional di Bukittinggi agar kota ini semakin dikenal dunia. Melalui kunjungan dubes, Pemkot Bukittinggi optimistis pariwisata lokal akan semakin diminati masyarakat Jepang, sehingga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi “Kota Perjuangan” Bukittinggi di kancah pariwisata internasional.
Pewarta : Mayang Sari
Tag Line ; #PariwisataBukittinggi, #KerjasamaIndonesiaJepang, #DubesNurmalaPandjaitan, #WisataSumateraBarat, #SejarahPDRI, #PromosiPariwisata, #BukittinggiHeritage,

