RI News. Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung seluruh kegiatan keagamaan dan kebudayaan dari berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, langkah ini menjadi pilar penting dalam memperkuat toleransi dan harmoni sosial di tengah keberagaman Ibu Kota.
Rano menyampaikan hal tersebut saat membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Wilayah Jakarta Tahun 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu. Ia menilai berbagai perayaan lintas agama yang rutin digelar di Jakarta, seperti Christmas Carol, Imlek, Nyepi, hingga Waisak, membuktikan bahwa keberagaman bukan sekadar tantangan, melainkan kekuatan yang mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat sekaligus perekonomian daerah.
“Pesparani, lomba lagu, dan paduan suara merupakan bagian dari kegiatan budaya yang dapat meningkatkan Indeks Kota Global Jakarta. Salah satu syarat menjadi kota global adalah kebudayaan yang terus berkembang dengan standar internasional,” ujar Rano dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Rano mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pesparani yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, melainkan juga wadah mempererat persaudaraan antarumat serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Jakarta yang semakin dinamis.
Kegiatan ini sendiri berfungsi sebagai sarana pembinaan iman, pengembangan seni budaya gerejani, serta memperkokoh citra Jakarta sebagai kota global yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan toleransi.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi DKI Jakarta, Romo Antonius Suyadi, Pr., menjelaskan bahwa Pesparani tingkat provinsi tahun ini melibatkan perwakilan dari 49 paroki di Jakarta. Tiga cabang lomba utama yang dipertandingkan meliputi lomba paduan suara lingkungan atau wilayah paroki, lomba cerdas cermat lintas generasi, serta lomba membaca kitab suci bagi petugas liturgi.
Baca juga : Indonesia Siap Menyongsong Era Pasca-2030: Bappenas Tekankan Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
Romo Antonius juga menyampaikan bahwa tahun depan LP3KD DKI Jakarta akan memasuki usia ke-10. Momentum ini bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta, 220 tahun Keuskupan Agung Jakarta, serta 55 tahun usia gereja yang menjadi lokasi kegiatan. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam berbagai program pengembangan budaya dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Pesparani 2026, Pemprov DKI Jakarta dan LP3KD berharap dapat melahirkan generasi baru penyanyi dan pelayan gereja yang berkualitas, sekaligus semakin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, serta kebudayaan sebagai identitas utama Jakarta dalam perjalanannya menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
Pewarta : Yudha Purnama
Tag Line : #Pesparani2026, #HarmoniJakarta, #ToleransiBeragama, #KotaGlobal, #RanoKarno, #BudayaJakarta

