RI News. Padangsidimpuan — Keprihatinan mendalam muncul di kalangan masyarakat Kota Padangsidimpuan terhadap kondisi operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Pada Jumat, 29 Mei 2026, sejumlah warga menyuarakan kekhawatiran bahwa minimnya anggaran perawatan armada menyebabkan kesiapsiagaan petugas damkar berada di ambang bahaya, sementara alokasi anggaran untuk perjalanan dinas pejabat dinilai jauh lebih besar.
Berdasarkan laporan warga, armada damkar sering mengalami kendala teknis saat digunakan. Selang pemadam yang bocor, mesin pompa air yang mendadak mati, hingga knalpot mobil yang mengeluarkan asap hitam menjadi keluhan rutin. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat penanganan kebakaran secara cepat dan efektif.
Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Damkar adalah garda terdepan ketika terjadi musibah kebakaran. Kalau armadanya saja sudah bermasalah, bagaimana nasib kami saat situasi genting? Perawatan mobil dan mesinnya harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Warga juga menyoroti ketidakseimbangan alokasi anggaran daerah. Menurut mereka, anggaran perawatan armada damkar seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan pos perjalanan dinas bagi pejabat dan anggota dewan.
“Jangan hanya uang lebih banyak mengalir ke perjalanan dinas. Coba bayangkan jika rumah pejabat sendiri yang terbakar, sementara selang damkar bocor. Mana yang lebih penting: perjalanan dinas atau keselamatan nyawa dan harta warga?” tambahnya dengan nada prihatin.
Hingga saat berita ini dirilis, Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan DPRD setempat belum memberikan keterangan resmi atas keluhan masyarakat tersebut.
Baca juga : Kapolsek BAB Tapan Pimpin Subuh Berjamaah, Perkuat Ikatan Emosional dengan Masyarakat
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alokasi anggaran dan meningkatkan frekuensi perawatan rutin armada damkar. Peningkatan kesiapsiagaan dinas pemadam kebakaran dianggap krusial untuk menjamin pelayanan publik yang lebih responsif dan profesional di tengah risiko kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Pewarta: Indra Saputra

