RI News. Wonogiri – Menjelang Hari Raya Iduladha, pasar-pasar hewan di Kabupaten Wonogiri berubah menjadi ladang cuan yang ramai. Permintaan masyarakat terhadap hewan kurban melonjak tajam, membuat para pedagang dan blantik sapi serta kambing menuai keuntungan berlipat. Seorang pedagang bahkan mampu meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah hanya dalam waktu dua pekan.
Suwarto, pedagang sapi asal Kismantoro yang telah berkecimpung di bisnis ini sejak 1999, menjadi salah satu yang paling sibuk di Pasar Hewan Purwantoro. Dalam dua pekan terakhir, pria paruh baya itu berhasil menjual 17 ekor sapi. Dengan harga per ekor yang bisa mencapai Rp20 juta, Suwarto mengantongi lebih dari Rp100 juta.
“Setiap menjelang Iduladha, siklus ini selalu terjadi. Permintaan naik drastis, harga ikut terkerek,” ujar Suwarto saat ditemui di pasar Purwantoro.
Menurutnya, harga sapi saat ini mengalami kenaikan Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibandingkan hari-hari biasa. Sapi yang biasanya dijual Rp20 juta, kini bisa mencapai Rp22 juta, tergantung umur, kondisi fisik, dan bobot basahnya. Suwarto mengaku hafal betul karakteristik sapi berkualitas yang diminati pembeli untuk keperluan kurban.

Pasokan hewan ternak di Wonogiri sendiri masih sangat aman. Pedagang tidak mengalami kesulitan memperoleh sapi langsung dari kandang peternak rakyat di berbagai pelosok desa. Angka penjualan Suwarto tersebut belum termasuk pesanan langsung dari konsumen pribadi yang datang ke rumah atau melalui jaringan tanpa lewat pasar.
“Harga ke sesama pedagang memang lebih rendah karena mereka akan jual lagi. Tapi kalau langsung ke konsumen atau pemudik yang mau berkurban, harganya lebih optimal,” tambahnya.
Wilayah operasi Suwarto mencakup tiga pasar hewan utama di Wonogiri, yaitu Purwantoro, Jatisrono, dan Sidoharjo. Jaringan pembelinya pun tidak terbatas di lokal saja, melainkan sudah menembus wilayah Soloraya melalui pengiriman pesanan.
Senada dengan Suwarto, blantik sapi Jumono juga merasakan perputaran uang yang sangat cepat. Hewan yang masuk pasar langsung terserap pembeli.
“Pasar sedang ramai-ramainya. Sapi masuk, kalau harganya cocok, langsung angkut. Barang bagus, uang pasti cepat berputar,” jelas Jumono.
Baca juga : Jaga Tunas Bangsa: JMSI Tabagsel Gelorakan Semangat Kebangkitan Nasional di Tengah Tantangan Zaman
Proses penjualan hewan kurban yang akan dikirim keluar daerah pun semakin ketat. Setiap armada pengangkut wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) setelah melalui pemeriksaan dokumen dan kesehatan yang lebih ketat.
Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Wonogiri memastikan stok hewan kurban, baik sapi maupun kambing, dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal maupun permintaan dari luar daerah. Lonjakan ini bukan hanya membawa keuntungan ekonomi bagi pedagang, tetapi juga menjadi momentum bagi peternak rakyat untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Dengan semakin dekatnya Iduladha 1447 Hijriah, denyut aktivitas ekonomi di sektor peternakan Wonogiri terus menggeliat, mencerminkan betapa kuatnya tradisi kurban dalam mendorong perputaran uang di pedesaan.
Pewarta: Nandar Suyadi

