RI News. Kulon Progo, 20 Mei 2026 — Selama hampir satu bulan penuh, prajurit Satgas TMMD Reguler ke-128 bersama warga Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bahu-membahu melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa. Kegiatan yang dimulai sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 ini berhasil menyelesaikan seluruh sasaran fisik dan non-fisik tepat waktu.
Komandan Satgas TMMD Reguler 128 sekaligus Dandim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., menyatakan bahwa semua target pembangunan telah rampung pada Rabu (20/5/2026).
“Keberhasilan ini berkat sinergi yang luar biasa antara Satgas TMMD dengan masyarakat, dukungan peralatan yang memadai, cuaca yang mendukung, serta ridho Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada hambatan berarti di lapangan,” ujarnya.

Program ini memfokuskan pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sasaran utama berupa rabat beton jalan sepanjang total 1.200 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter, tersebar di tiga padukuhan: 500 meter di Padukuhan Senden, 100 meter di Padukuhan Karang, dan 600 meter di Padukuhan Jurug. Selain itu, talud jalan sepanjang 175 meter (lebar 1,9 meter, tebal 0,35 meter) dibangun di Padukuhan Kwarakan.
Rehabilitasi dua unit masjid di Padukuhan Kwarakan dan Senden, serta pembuatan dua prasasti peringatan di Padukuhan Jurug dan Senden juga berhasil diselesaikan.
Melalui program unggulan TNI AD, Satgas berhasil membangun 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau ALADIN. Rumah-rumah tersebut diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan, antara lain Bapak Karnadi (Senden), Ibu Waginem (Tubin), Bapak Tupon (Diran), Bapak Affan (Jurug), serta perbaikan ALADIN untuk enam kepala keluarga lainnya di berbagai padukuhan.
Selain itu, lima unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) dan lima unit sumur bor baru juga dibangun. Sumur bor tersebut ditempatkan secara strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sehari-hari, masjid, dan lahan persawahan di Padukuhan Jurug, Diran, Kwarakan, serta Senden.
Baca juga : Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara: Semangat Harkitnas Ke-118 Menggema di Korem 072/Pamungkas
Tak hanya itu, Satgas mencatatkan prestasi lebih (over prestasi) pada beberapa pekerjaan. Talud jalan di Kwarakan mencapai 235 meter (lebih 60 meter dari target), rabat beton di Jurug mencapai 613 meter (lebih 13 meter), dan di Senden mencapai 547 meter (lebih 47 meter).
Di samping pembangunan fisik, Satgas juga melaksanakan berbagai penyuluhan non-fisik kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, bahaya narkoba, kamtibmas, tata tertib hukum, pencegahan klitih, pengelolaan sampah, pencegahan penyakit hewan seperti LSD dan Antrak, kesehatan masyarakat (TBC dan leptospirosis), serta penanggulangan bencana alam.
“Kami berharap sosialisasi dan penyuluhan ini dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi masyarakat, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dansatgas.
Letkol Dyan Niti Sukma menegaskan bahwa seluruh hasil pembangunan akan diserahkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat hasil kerja bersama ini agar memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kesejahteraan warga Kalurahan Sidorejo.
Program TMMD Reguler 128 ini kembali membuktikan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa dan memperkuat tali persatuan antara tentara dan rakyat di tingkat paling bawah.
Pewarta : Lee Anno

