Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Menuju Kedaulatan Pangan: Strategi Hilirisasi dan Sentuhan Teknologi Tepat Guna di SMKN 1 Tulungagung

Menuju Kedaulatan Pangan: Strategi Hilirisasi dan Sentuhan Teknologi Tepat Guna di SMKN 1 Tulungagung

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 minutes read
Menuju Kedaulatan Pangan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Tulungagung – Pendidikan vokasi berbasis agribisnis di Jawa Timur terus bergerak melampaui batas ruang kelas tradisional. Melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), institusi pendidikan kini diarahkan untuk menjadi motor penggerak sektor agroindustri yang kompetitif. Langkah strategis ini mendapat dorongan kuat saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya intervensi teknologi tepat guna untuk mengangkat nilai tambah produk olahan siswa agar mampu bersaing di pasar global.

Fokus digitalisasi dan mekanisasi ini mengemuka saat peninjauan langsung ke SMKN 1 Tulungagung, satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jawa Timur. Perhatian khusus tertuju pada optimalisasi hilirisasi produk hasil perikanan, salah satunya olahan kulit ikan patin yang diproduksi oleh para siswa di Ruang Praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).

Tantangan terbesar produk olahan komunitas sekolah sering kali terletak pada konsistensi mutu dan daya tahan produk. Menjawab persoalan nyata tersebut, langkah taktis diambil dengan mengupayakan bantuan modal teknologi berupa mesin vacuum frying kapasitas 5 kilogram dan 10 kilogram untuk sekolah tersebut.

Teknologi penggorengan hampa udara ini dinilai menjadi kunci dalam standardisasi kualitas produksi kuliner lokal. Dengan alat ini, proses pematangan dapat dikontrol secara presisi guna menghindari risiko produk yang mentah maupun gosong.

Secara akademis dan higienis, inovasi teknologi ini memberikan dampak signifikan pada aspek komersial produk, antara lain:

  • Peningkatan Daya Simpan: Produk hasil olahan diproyeksikan mampu bertahan minimal selama 8 bulan secara alami.
  • Tanpa Bahan Pengawet: Masa kedaluwarsa yang panjang dicapai tanpa ketergantungan pada zat kimia tambahan, menjaga integritas nutrisi produk.
  • Standardisasi Estetika dan Rasa: Menghasilkan kerenyahan yang merata dan warna produk yang jauh lebih menarik serta higienis.

Jika uji coba skala produksi (trial) ini berjalan konstan, produk-produk berbasis pangan lokal dari program SIKAP dipastikan siap naik kelas menuju pasar industri yang lebih luas.

Baca juga : Reorientasi Ekosistem Permuseuman: Menakar Strategi Fadli Zon Menembus Demografi Gen Z dan Kemandirian Finansial

SMKN 1 Tulungagung tidak sekadar menjadi tempat belajar teori, melainkan sebuah replika ekosistem agribisnis yang komprehensif. Sekolah ini sukses mengembangkan konsep agribisnis siap panen yang mencakup berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, mulai dari hortikultura seperti melon varietas sweet net 8, diva 15, sakata, cabai rawit, kangkung, bayam merah, hingga tanaman perkebunan seperti rosella, kopi, dan jeruk.

Di sektor perikanan, penguatan dilakukan melalui program tebar benih ikan patin sebanyak 7.500 ekor sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik nyata (project-based learning).

Menariknya, pengembangan sektor peternakan (sapi, kambing, ayam pedaging, dan ayam potong) di sekolah ini juga mulai mengadopsi paradigma modern. Aspek animal welfare atau kesejahteraan hewan kini diintegrasikan ke dalam kurikulum praktik. Mewujudkan kondisi hewan ternak yang sehat secara psikologis dan fisik (happy livestock) diyakini linear dengan kualitas output peternakan yang dihasilkan. Evaluasi berkala terhadap aspek ini dinilai sebagai bentuk peningkatan mutu konstan (continuous improvement) yang wajib diterapkan di seluruh SMK, SMA, maupun SLB pengusung program ketahanan pangan.

Hilirisasi tidak akan berdampak besar tanpa adanya perluasan pasar. Oleh karena itu, institusi pendidikan vokasi didorong untuk aktif keluar dari zona nyaman dengan berpartisipasi dalam pameran-pameran strategis bernilai ekonomi tinggi, seperti agenda berkala yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.

Melalui keterlibatan dalam forum-forum prestisius tersebut, produk inovasi siswa memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok resmi atau bahkan dikonsumsi oleh delegasi dan tamu-tamu internasional. Membangun jejaring (networking) sejak dini di bangku sekolah adalah investasi krusial agar karya dan produk lokal tidak hanya menjadi konsumsi domestik, melainkan mampu berbicara banyak di kancah global.

Keberhasilan implementasi program penguatan ketahanan pangan di sekolah ini merupakan bagian dari gerakan masif di wilayah Mataraman. Saat ini, Program SIKAP telah menjangkau 97 sekolah yang tersebar di tiga kabupaten utama, dengan rincian wilayah sebaran sebagai berikut:

  • Kabupaten Pacitan: Menjadi wilayah pelaksana terbanyak dengan total 46 sekolah, yang terdiri atas 10 SMA, 31 SMK, dan 5 SLB.
  • Kabupaten Tulungagung: Menggerakkan 27 sekolah pelaksana, meliputi 14 SMA, 10 SMK, dan 3 SLB.
  • Kabupaten Trenggalek: Melibatkan 24 sekolah, yang terbagi atas 12 SMA, 9 SMK, dan 3 SLB.

Dengan sebaran yang kian meluas, kolaborasi antara dunia pendidikan, intervensi teknologi tepat guna, dan pembukaan akses pasar internasional diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi kreator kedaulatan pangan nasional.

Pewarta: Wisnu H

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Reorientasi Ekosistem Permuseuman: Menakar Strategi Fadli Zon Menembus Demografi Gen Z dan Kemandirian Finansial
Next: KONI Lampung Barat 2026–2030: Fondasi Baru Sinergi untuk Lahirkan Atlet Berprestasi

Related Stories

Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan

Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS

Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda

DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren
  • Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS
  • DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda
  • Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur
  • Sinergi Penegakan Hukum: Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal Beserta Pelaku ke Bea Cukai Sibolga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.