RI News. Moskow – Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Indonesia di Rusia. Gerry Utama, penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) program Rusia, meraih Ki Hajar Dewantara Award 2026 dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya yang signifikan dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia-Rusia melalui penelitian di bidang Polar-Tropical Sciences.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara Ki Hajar Dewantara Award 2026 yang mengusung tema “Peran Diplomasi Mahasiswa Indonesia di Rusia”. Acara tersebut menjadi momentum apresiasi terhadap mahasiswa Indonesia yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan hubungan kedua negara melalui berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan.
Gerry Utama saat ini sedang menempuh program doktoral (Ph.D) di bidang Geomorfologi dan Paleogeografi pada Institute of Earth Sciences, Saint Petersburg State University. Risetnya yang menghubungkan antara kutub dan kawasan tropis menjadi sorotan karena mampu membuka pemahaman baru tentang dinamika iklim global masa lalu dan masa kini.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Gerry menyampaikan rasa syukurnya. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkontribusi bagi Indonesia. Saya berterima kasih kepada Baznas RI yang telah memberikan dukungan pendidikan sehingga saya dapat mengembangkan riset di bidang sains dan iklim,” ujarnya.
Perjalanan riset Gerry dimulai saat menempuh studi magister di bidang Quaternary Paleogeography di universitas yang sama. Pada 2024, ia berhasil bergabung dalam misi bergengsi 69th Russian Antarctic Expedition. Di sana, ia fokus melakukan pemetaan geomorfologi di Pulau King George, Antarktika.

Saat ini, penelitian doktoralnya mengkaji inti es (ice core) dari Antarktika serta berbagai wilayah tropis. Pendekatan interdisipliner ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan ilmiah tentang perubahan iklim historis Bumi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus sains iklim global.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan kebanggaan atas capaian Gerry. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola dengan amanah mampu melahirkan talenta berkualitas yang berdaya saing internasional.
Baca juga : Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Picu Krisis Dapur di Padangsidimpuan, Harga Melambung hingga Rp30.000
“Prestasi yang diraih Gerry Utama menjadi kebanggaan bagi Baznas dan masyarakat Indonesia. Ini menunjukkan dana zakat yang dikelola secara baik dan amanah dapat melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu berkiprah di level global serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan hubungan antarnegara,” tegas Idy.
Idy menambahkan bahwa Baznas akan terus memperluas jangkauan program Beasiswa Cendekia Baznas. Tujuannya tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga mencetak generasi yang memiliki kepedulian dan kontribusi konkret bagi kemajuan bangsa serta diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Keberhasilan Gerry Utama menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan berbasis zakat dapat menjadi instrumen diplomasi sains yang efektif, menghubungkan Indonesia dengan Rusia melalui kolaborasi riset yang berdampak luas.
Pewarta : Vie

