RI News. Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan kualitas pelatihan bagi pasukan Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) UNIFIL yang akan diberangkatkan ke Lebanon akhir Mei 2026. Menurutnya, kedua unsur tersebut menjadi fondasi krusial bagi keselamatan prajurit sekaligus keberhasilan misi perdamaian di kawasan yang semakin tidak stabil.
Djamari menyampaikan arahan tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian dan memberikan briefing langsung kepada para prajurit di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5). “Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa latihan intensif bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi untuk membentuk mental prajurit yang tangguh. Mental yang kuat, lanjut Djamari, akan melahirkan sikap disiplin yang lebih tinggi, terutama dalam menerapkan standar keamanan dan keselamatan selama bertugas di lapangan.

“ Dengan latihan keras dan disiplin, prajurit kita dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pada saat tugas dilaksanakan dengan baik, di situlah muncul kebanggaan, kehormatan, promosi, dan apresiasi dari bangsa,” katanya.
Pernyataan Menko Polkam ini disampaikan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin meluas dan berdampak hingga ke Lebanon. Djamari mengingatkan agar para prajurit tidak mengendurkan kesiapsiagaan hingga saat keberangkatan. “Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian,” tegasnya.
Baca juga : Kejati Sulut Perkuat Bukti Korupsi Bupati Sitaro: Dana Bantuan Erupsi Ruang Mengendap Hampir Setahun
Misi perdamaian UNIFIL yang diemban Kontingen Garuda merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat peran aktif sebagai negara pencinta perdamaian. Keberhasilan misi ini tidak hanya bergantung pada kemampuan militer semata, tetapi juga pada kedisiplinan dan ketahanan mental prajurit di tengah ancaman yang kompleks.
Djamari berharap seluruh anggota Satgas Konga dapat pulang dengan selamat setelah menyelesaikan tugas dengan penuh kehormatan, sekaligus mempertahankan citra positif Indonesia di forum internasional. Latihan keras dan disiplin yang konsisten, menurutnya, adalah kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut.
Pewarta : Albertus Parikesit

