RI News. Yahukimo, Papua Pegunungan – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menciptakan stabilitas keamanan di Kabupaten Yahukimo. Langkah ini menjadi prasyarat utama agar program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan lancar dan dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terpencil yang rawan gangguan keamanan.
Dalam dialog langsung dengan keluarga prajurit TNI di Koramil 1715/06 Dekai, Selasa, Gibran mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang telah menjaga situasi di area konflik tersebut. “Saya mohon dari TNI, Polri juga terima kasih atas kerja kerasnya. Saya ingin benar-benar keadaannya aman, tidak ada kepentingan sama sekali. Saya hanya ingin memasukkan semua program prioritas dari Bapak Presiden dan nanti pada akhirnya yang menikmati juga warga,” ujar Gibran.
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan bahwa kunjungannya ke Yahukimo murni untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo, tanpa membawa kepentingan pribadi maupun kelompok. Ia ingin memastikan program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), penyediaan rumah subsidi bagi rakyat, serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjangkau masyarakat setempat.

“Kalau Yahukimo dan sekitarnya dipastikan aman, otomatis kita juga bisa membawa program-program dari Bapak Presiden ke sini: MBG, CKG, perumahan rakyat, koperasi, banyak sekali program-program yang bisa didorong di tempat ini,” tegas Gibran.
Kunjungan tersebut berlangsung selama tiga jam, di mana Wapres meninjau langsung pelaksanaan MBG di Sekolah Kristen Yahukimo dan fasilitas kesehatan di RSUD Dekai. Ia juga berdialog dengan keluarga prajurit di Koramil 1715/06 Dekai, yang berfungsi sebagai markas Yonif 5 Marinir dan Taipur/Timsus 303 untuk pengamanan wilayah.
Gibran turut mengapresiasi pengamanan ketat yang dilakukan TNI-Polri selama kunjungan kerjanya di daerah rawan tersebut. Kabupaten Yahukimo dikenal sebagai wilayah dengan tingkat gangguan keamanan yang relatif tinggi akibat aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kehadiran Wapres ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang menjadikan stabilitas keamanan sebagai fondasi percepatan pembangunan dan pemerataan program pemerintah hingga ke pelosok Papua.
Pendekatan ini mencerminkan strategi pemerintah pusat untuk tidak hanya meningkatkan kesejahteraan melalui program sosial-ekonomi, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas institusi guna mengatasi tantangan keamanan di wilayah konflik. Dengan sinergi yang lebih erat antara TNI dan Polri, diharapkan iklim kondusif terbentuk, sehingga manfaat program prioritas nasional dapat dirasakan secara nyata oleh warga Yahukimo dan sekitarnya.
Dalam rombongan kunjungan, Gibran didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, serta Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mundur dari komitmen membangun Papua, meski menghadapi dinamika keamanan yang kompleks. Sinergi aparat keamanan diharapkan menjadi katalisator agar program-program prioritas tidak hanya hadir di atas kertas, melainkan benar-benar membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat di garis depan pembangunan nasional.
Pewarta : Albertus Parikesit

