RI News. Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia setelah kuliner khas daerahnya, Bay Tat, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2025. Penyerahan sertifikat penghargaan tersebut dilakukan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dalam rangkaian acara Karnaval Batik Internasional.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut baik pengakuan nasional ini. “Bay Tat kini telah resmi diakui secara nasional. Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menjaga identitas daerah agar tetap lestari hingga generasi mendatang,” ujarnya di Bengkulu, Sabtu (18/4) malam.
Menurut Dedy Wahyudi, penetapan Bay Tat sebagai WBTB 2025 didasarkan pada nilai sejarah yang kuat serta kemahiran tradisional dalam proses pembuatannya yang menjadi ciri khas identitas masyarakat Kota Bengkulu. Kuliner ini tidak hanya sekadar makanan, melainkan bagian hidup dari warisan leluhur yang terus dijaga.

Warisan Budaya Tak Benda sendiri merujuk pada berbagai bentuk kebudayaan non-fisik yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari tradisi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, hingga kemahiran kerajinan tradisional. Dengan status baru ini, diharapkan perhatian publik dan pemerintah terhadap pelestarian kuliner tradisional akan semakin meningkat, baik dari aspek perlindungan hukum, upaya kebudayaan, maupun pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.
“Penetapan ini menjadi momentum penting bagi kita untuk terus melestarikan dan mempromosikan Bay Tat, sekaligus mendorong inovasi tanpa menghilangkan nilai autentiknya,” tambah Dedy.
Sementara itu, Provinsi Bengkulu berhasil menyumbang enam karya budaya baru yang diakui secara nasional pada tahun ini, dengan Bay Tat sebagai salah satu representasi dari Kota Bengkulu. Secara keseluruhan, Kementerian Kebudayaan menetapkan 514 Warisan Budaya Tak Benda baru di tahun 2025, sehingga total WBTB Indonesia kini mencapai 2.727 karya budaya.
Pengakuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kebanggaan masyarakat Bengkulu, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pariwisata kuliner dan industri kreatif di daerah tersebut. Bay Tat, yang selama ini menjadi makanan sehari-hari sekaligus simbol identitas, kini memiliki payung perlindungan nasional yang lebih kuat untuk terus lestari di tengah arus modernisasi.
Dedy Wahyudi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas kuliner dan pelaku usaha lokal, guna memastikan Bay Tat tetap menjadi kebanggaan generasi muda Bengkulu di masa mendatang.
Pewarta : Firdaus

