RI News. Pemalang – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pemalang kembali membuktikan komitmennya dalam membangun kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program budidaya ikan lele yang terukur dan berkelanjutan. Kegiatan panen yang digelar di area kolam budidaya rutan tersebut berhasil memetik hasil sebanyak 45 kilogram ikan lele segar.
Program ini merupakan bagian integral dari pembinaan keterampilan kerja yang dirancang untuk membekali WBP dengan kemampuan produktif sekaligus bernilai ekonomi. Seluruh rangkaian proses—mulai dari penebaran benih, pemeliharaan harian, hingga panen—dikerjakan langsung oleh warga binaan yang telah mengikuti pelatihan khusus. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis, melainkan juga membentuk karakter aktif, disiplin, dan percaya diri.
Kepala Rutan Kelas IIB Pemalang, Nur Febrianto, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan ini lebih dari sekadar mengejar hasil akhir. “Melalui kegiatan budidaya lele ini, kami ingin menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada warga binaan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Febri, pada Senin (13/4).

Lebih lanjut, Febri menjelaskan bahwa program budidaya ikan lele ini dirancang sebagai model pembinaan holistik yang menggabungkan pendekatan pendidikan, keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi. Setiap tahapan kegiatan menjadi kesempatan bagi WBP untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah mereka terima, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara langsung dan berkesinambungan.
Selain memberikan manfaat pembinaan, hasil panen ikan lele juga dimanfaatkan secara internal untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan rutan. Dengan demikian, kegiatan ini turut berkontribusi pada kemandirian pangan institusi sekaligus memperkuat semangat swasembada di kalangan warga binaan.
Baca juga : Tragedi Kelam di Buyat: Kapolres Boltim Datangi Rumah Duka, Janjikan Keadilan Hukum yang Transparan
Melalui inisiatif semacam ini, Rutan Pemalang terus mengembangkan model pembinaan yang inovatif dan berdampak nyata. Program ini menjadi salah satu wujud nyata upaya reintegrasi sosial yang mempersiapkan WBP agar mampu hidup mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pewarta : Ragil Surono

