RI News. Tangerang – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah lanskap kehidupan sehari-hari, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menekankan perlunya perubahan mendasar dalam sistem pendidikan. Ia menegaskan bahwa pola pembelajaran saat ini tidak boleh lagi terjebak pada sekadar penyampaian fakta dan informasi, melainkan harus bertransformasi menjadi proses yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis serta kemandirian siswa.
“Anak-anak kita tumbuh di era yang serba cepat. Mereka membutuhkan ruang belajar yang mendorong mereka untuk bertanya, berkolaborasi, menemukan, dan memahami pengetahuan secara aktif,” ujar Maryono Hasan saat berbicara dalam sebuah acara di Tangerang, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, kreativitas anak akan terus berkembang secara alami di tengah banjir informasi digital. Namun, perkembangan itu memerlukan dukungan ekosistem pendidikan yang inovatif dan adaptif agar potensi setiap siswa dapat tergali secara optimal. Pendekatan lama yang pasif, di mana siswa hanya menerima transfer pengetahuan, dinilai sudah tidak relevan lagi menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Pemerintah Kota Tangerang (Pemkot) sendiri sedang gencar mendorong transformasi ini dengan menjadikan peningkatan kompetensi guru sebagai investasi prioritas. Maryono Hasan melihat guru sebagai ujung tombak perubahan. Tenaga pendidik diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu merancang pengalaman belajar yang menarik, relevan, dan mendorong siswa menjadi pembelajar proaktif.
“Guru yang terus belajar dan terbuka terhadap inovasi teknologi adalah kunci lahirnya generasi unggul yang siap menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Transformasi pendidikan ini, lanjut Maryono, menuntut perubahan paradigma dari seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pembuat kebijakan hingga praktisi di lapangan, semuanya harus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang memfasilitasi kemampuan adaptasi dan pemecahan masalah. Fasilitas yang memadai, kurikulum yang fleksibel, serta metode pengajaran inovatif menjadi elemen penting agar setiap anak memiliki kesempatan setara untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menambahkan bahwa keberhasilan agenda ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan sekolah, peran orang tua dan masyarakat luas menjadi sangat krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang holistik.
Baca juga : Jurnalis Papua: Garda Terdepan Pelestarian Bumi Cendrawasih di Tengah Arus Pembangunan
“Pengawasan orang tua terhadap penggunaan teknologi oleh anak sangatlah penting. Dengan pendekatan yang tepat, apa yang dilihat dan dibaca anak dapat menjadi pendorong positif bagi perkembangan mereka,” kata Wahyudi.
Ia juga menyinggung regulasi seperti Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang dapat menjadi instrumen untuk mendorong interaksi sosial siswa sekaligus menjaga ekosistem digital yang aman dan sehat. Regulasi ini diharapkan tidak hanya membatasi risiko, tetapi juga menghidupkan kembali kreativitas anak melalui interaksi yang lebih banyak dengan teman sebaya.
Secara keseluruhan, para pemimpin daerah ini sepakat bahwa pendidikan era digital harus mampu melahirkan generasi yang tidak sekadar cerdas secara akademis, melainkan juga tangguh, adaptif, dan mampu berkontribusi nyata di tengah dinamika global yang terus berubah. Transformasi ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan Kota Tangerang melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi masa depan.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkot Tangerang untuk terus memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada masa depan, di mana siswa bukan lagi konsumen pengetahuan, melainkan pencipta solusi.
Pewarta : Vie

