RI News. Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Melalui pelaksanaan razia kamar hunian Warga Binaan di Blok B, institusi ini terus memperkuat pengawasan rutin sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/4/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo. Razia melibatkan seluruh jajaran pejabat struktural serta petugas pengamanan Lapas, didukung oleh unsur eksternal dari Koramil Jatinegara dan Brimob Polda Metro Jaya. Kehadiran kedua institusi tersebut memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan pemasyarakatan.
Wachid Wibowo menegaskan bahwa razia kamar hunian bukan sekadar prosedur rutin, melainkan instrumen pengawasan berkelanjutan yang bertujuan menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif bagi proses pembinaan Warga Binaan.

“Razia ini adalah langkah nyata untuk memastikan situasi Lapas tetap aman dan terkendali. Kami ingin memastikan proses pembinaan berjalan optimal dalam lingkungan yang bersih dari gangguan keamanan maupun pelanggaran,” tegas Wachid Wibowo saat memberikan keterangan di Lapas Cipinang, Rabu (8/4/2026).
Sebelum razia dimulai, kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adkamtib), Yulius Jum Hertanto. Dalam apel tersebut, Yulius menekankan pentingnya pelaksanaan razia secara cermat, terukur, serta mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami menekankan kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan penggeledahan secara cermat, teliti, dan sesuai prosedur, dengan tetap menjaga sikap humanis. Pendekatan ini penting agar kegiatan berjalan efektif tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban,” jelas Yulius Jum Hertanto.
Dukungan penuh terhadap kegiatan razia juga disampaikan oleh perwakilan Brimob Polda Metro Jaya, Ridwan. Menurutnya, kolaborasi antara Lapas, TNI, dan Polri menjadi kekuatan utama dalam menjaga kondusivitas lingkungan pemasyarakatan.
Baca juga : Misteri di Balik Pohon Pelem: Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Ngadipiro, Diduga Terkait Motor Telantar
“Sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan. Kami mendukung penuh langkah yang dilakukan Lapas Cipinang agar situasi tetap aman dan terkendali,” ungkap Ridwan.
Selain pelaksanaan razia, kegiatan turut diisi dengan sosialisasi kepada Warga Binaan mengenai tata tertib dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Lapas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan disiplin di kalangan Warga Binaan.
Hasil razia menunjukkan tidak ditemukannya barang terlarang berupa narkotika di seluruh kamar hunian yang digeledah. Capaian ini menjadi bukti konkret komitmen Lapas Cipinang dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkoba serta pencegahan berbagai bentuk pelanggaran di dalam lingkungan Lapas.
Kegiatan razia ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dengan tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima”. Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang ingin menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta berintegritas tinggi sebagai fondasi utama keberhasilan proses pembinaan.
Dengan pendekatan yang profesional sekaligus humanis, Lapas Cipinang terus berupaya menjadi lembaga pemasyarakatan modern yang mampu menjalankan tugas pokoknya secara optimal di tengah dinamika tantangan keamanan saat ini.
Pewarta: Ragil Surono

