RI News. Kupang – Pawai Paskah 2026 yang digelar Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tidak sekadar ritual keagamaan tahunan, melainkan menjadi momentum strategis bagi pembinaan generasi muda sekaligus penguatan fondasi sosial masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Menurut Gubernur Melki Laka, Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 merupakan perayaan iman yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus wadah efektif bagi pemuda untuk mempererat persaudaraan, mendalami iman, serta menggali potensi diri dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 adalah sebuah kegiatan perayaan iman yang diselenggarakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus wadah bagi pemuda GMIT untuk memperekarat persaudaraan, meningkatkan iman, serta mengambil potensi diri dalam pelayanan,” ujarnya.

Acara yang bertema “Cahaya Damai dari Gerbang Selatan Nusantara” ini merefleksikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta memanfaatkan potensi daerah sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal. Gubernur menekankan bahwa dengan berbagai kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki NTT, kegiatan semacam ini dapat berkembang menjadi kekuatan positif yang mendukung harmoni sosial dan kesejahteraan berkelanjutan.
Melki Laka juga mengingatkan bahwa NTT dikenal sebagai “Nusa Terindah Toleransi”, di mana keberagaman suku, agama, dan budaya dapat hidup berdampingan dalam damai dan saling menghormati. Ia mencontohkan bahwa di lokasi yang sama sebelumnya telah digelar pawai takbiran, yang menjadi bukti konkret kerukunan antarumat beragama di provinsi ini.
“Semangat Paskah kali ini hendaknya menghadirkan damai sejahtera di tengah keluarga, masyarakat, dan negara, serta menginspirasi kita untuk terus membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegas Gubernur.
Baca juga : Razia Rutin di Lapas Wonogiri: Aparat Gabungan Sitir Barang Terlarang untuk Cegah Potensi Kerusuhan
Dalam kesempatan tersebut, Melki Laka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemuda GMIT yang secara konsisten berperan aktif dalam membangun kehidupan bermasyarakat, memperkuat karakter generasi muda, serta menghidupkan nilai-nilai kasih dan toleransi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, menegaskan bahwa Paskah bukan hanya perayaan rohani semata, melainkan kesaksian iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial sehari-hari. Ia juga menyampaikan harapan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan perhatian khusus terhadap berbagai tantangan di NTT, seperti penanganan stunting, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan buruh migran, penanggulangan HIV/AIDS, serta pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pesan damai lintas agama turut mengemuka melalui sambutan Romo Dus Bone. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai anugerah ilahi, memperkuat solidaritas antar sesama, serta terus menjaga persatuan dan toleransi sebagai pondasi utama kehidupan berbangsa.
Perayaan Paskah Pemuda GMIT 2026 ini diharapkan tidak hanya memperkuat iman internal umat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat NTT untuk bersama-sama membangun daerah yang lebih inklusif, damai, dan sejahtera di masa mendatang.
Pewarta : Albertus Parikesit

