Skip to content
21/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Bintang Pusaka Berlian: Simbol Legitimasi Tahta yang Mengikat Mataram dengan Yogyakarta Modern

Bintang Pusaka Berlian: Simbol Legitimasi Tahta yang Mengikat Mataram dengan Yogyakarta Modern

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Simbol Legitimasi Tahta yang Mengikat Mataram dengan Yogyakarta Modern
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Yogyakarta – Di balik gemerlap upacara penobatan seorang sultan, terdapat sebuah artefak pusaka yang sarat makna historis dan spiritual. Bintang pusaka Kasultanan Yogyakarta, sebuah lambang berbentuk bintang bersudut delapan yang terbuat dari intan berlian, menjadi penanda utama pewarisan tahta Kerajaan Mataram Islam di tanah Jawa.

Bintang ini pertama kali disematkan pada masa Sultan Hamengkubuwono IV, yang naik tahta di usia sangat muda. Sejak saat itu, tradisi tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap prosesi kenaikan takhta penguasa Kesultanan Yogyakarta. Di tengah bintang yang berkilauan itu, terdapat latar belakang logo Kraton Yogyakarta yang ditulis dalam aksara Jawa dengan bunyi “Ha Ba”, singkatan dari Hamengku Buwana, mencerminkan identitas dan keberlanjutan dinasti.

Tradisi ini kembali tercatat dalam sejarah ketika Bendoro Raden Mas Herjuno Darpito dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Selasa Wage, 29 Rejeb tahun Wawu 1921 dalam penanggalan Jawa, atau bertepatan dengan 7 Maret 1989 Masehi. Saat itu, yang berkenan menyematkan Bintang Pusaka di dada sang calon sultan adalah Gusti Bandoro Pangeran Haryo Puruboyo—paman dari Sri Sultan Hamengkubuwono X sendiri. Penyematan itu bukan sekadar ritual formal, melainkan bentuk legitimasi langsung dari sesepuh keraton, yang meneguhkan kelangsungan garis keturunan Mataram di tengah dinamika zaman.

Kini, di usia yang ke-80 tahun, Sri Sultan Hamengkubuwono X terus menjadi penjaga utama warisan budaya tersebut. Lahir pada 2 April 1946, sultan yang juga menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ini telah memimpin selama lebih dari tiga dekade. Di tengah derap perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang semakin cepat, peran beliau sebagai pemimpin keraton dan pemerintahan daerah menjadi semakin krusial.

Banyak kalangan masyarakat Yogyakarta dan pecinta budaya Jawa menyampaikan doa dan ucapan selamat. “Ndherek ngaturaken sugeng ambal yuswo ingkang kaping 80 warso, Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X,” ujar salah satu ungkapan yang kerap terdengar dalam berbagai kegiatan mangayubagya atau perayaan syukur. Harapan yang sama mengalir: semoga Sri Sultan senantiasa dikaruniai kesehatan, keberkahan, serta kekuatan untuk terus meneguhkan nilai-nilai budaya Mataram, memimpin DIY menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga : PKB Sleman Matangkan Konsolidasi Jelang Muscab: Target Tambah Kursi DPRD dan Suksesi Kepemimpinan yang Transparan

Bintang pusaka berlian itu, dengan segala kilauannya, bukan hanya perhiasan keraton. Ia menjadi metafor keberlanjutan: cahaya yang tetap bersinar meski zaman terus bergulir, menghubungkan masa lalu Kerajaan Mataram dengan realitas kekinian Yogyakarta yang dinamis. Di balik setiap sudut delapannya, tersimpan pesan tentang tanggung jawab seorang pemimpin untuk menjaga akar sejarah tanpa kehilangan relevansi di masa depan.

Pada momentum ulang tahun ke-80 ini, refleksi atas Bintang Pusaka mengingatkan kita semua bahwa legitimasi sebuah kepemimpinan tidak hanya bersandar pada kekuasaan formal, melainkan juga pada keberlanjutan nilai, budaya, dan komitmen terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

Pewarta: Lee anno

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: PKB Sleman Matangkan Konsolidasi Jelang Muscab: Target Tambah Kursi DPRD dan Suksesi Kepemimpinan yang Transparan
Next: Kerinci Siap Sambut Dunia: Imigrasi Jambi Perketat Pengawasan 56 Atlet Asing di Ultra Trail Bergengsi Kerinci100

Related Stories

Revitalisasi Terminal Bus Tipe C Subulussalam

Revitalisasi Terminal Bus Tipe C Subulussalam: Mengembalikan Wajah Kota dari Kondisi Kumuh ke Pusat Ekonomi Tertata

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Jakarta Belajar dari Kopenhagen

Jakarta Belajar dari Kopenhagen: Menata Warisan Sejarah tanpa Kehilangan Jiwa Kota

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Profesionalisme Jurnalistik sebagai Pilar Pencerahan Bangsa

Profesionalisme Jurnalistik sebagai Pilar Pencerahan Bangsa: Pesan Ketua PWI di Tengah Tantangan Etika

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kodim 0731/Kulon Progo Matangkan Persiapan Upacara Penutupan TMMD Reguler ke-128 di Sidorejo
  • Korem 072/Pamungkas Perkuat Benteng Moral Prajurit Hadapi Ancaman Narkoba
  • Revitalisasi Terminal Bus Tipe C Subulussalam: Mengembalikan Wajah Kota dari Kondisi Kumuh ke Pusat Ekonomi Tertata
  • Polisi Jateng Gelar Apel Pengamanan Humanis Jelang Aksi Demo Komunitas Transportasi Online di Semarang
  • Ribuan Personel Polri Siaga Amankan Aksi Aspirasi Komunitas Transportasi Online di Semarang
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.