RI News. Yogyakarta – Suasana sakral sekaligus meriah menyelimuti kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Kamis (2/4/2026). Ribuan pamong desa beserta unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berbondong-bondong mengikuti Kirab Pamong dalam rangka Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kirab yang diinisiasi Paguyuban Nayantaka bersama Pemerintah Daerah DIY ini melibatkan sekitar 12.000 peserta dari 438 kalurahan di seluruh DIY. Para peserta mengenakan busana adat Jawa Jangkep Mataraman yang lengkap, sambil membawa aneka hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan mendalam kepada Ngarsa Dalem.
Rute kirab dimulai dari Titik Nol Kilometer, melintasi Jalan Malioboro yang ikonik, dan berakhir di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta. Di sepanjang perjalanan, masyarakat turut merasakan nuansa pesta rakyat yang hangat. Sebanyak 16 ribu porsi nasi angkringan dibagikan secara gratis, memperkuat semangat kebersamaan antara keraton, pemerintah, dan rakyat.

Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya mencerminkan dukungan penuh TNI terhadap pelestarian budaya Jawa dan nilai-nilai keistimewaan DIY yang terus dijaga.
Acara ini bukan sekadar kirab budaya semata. Lebih dari itu, kirab menjadi medium silaturahmi massal antara pamong kalurahan dengan Keraton Yogyakarta melalui tradisi sowan yang khas. Para pamong menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk kesehatan serta kelangsungan pengabdian Sri Sultan Hamengku Buwono X yang telah memasuki usia 80 tahun.
Selain keluarga Keraton, sejumlah pejabat tinggi turut hadir memberikan nuansa khidmat. Di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, Kapolda DIY Anggoro Sukartono, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Donal Kasendra, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, serta Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Hendra Siregar. Unsur Forkopimda DIY dan tamu undangan lainnya juga memenuhi Pagelaran Keraton.
Perayaan ini semakin mempertegas komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya Mataram yang kaya, sekaligus memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat DIY. Nilai kebersamaan yang terpancar dari kirab ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus menjaga identitas budaya daerah istimewa ini.
Dengan semangat syukur yang mendalam, kegiatan Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem ini tidak hanya merayakan usia, tetapi juga dedikasi panjang seorang pemimpin yang telah menjadi simbol keistimewaan Yogyakarta selama puluhan tahun.
Pewarta: Lee anno

