RI News. Payakumbuh, 31 Maret 2026 – Setelah libur panjang Idul Fitri yang berlangsung hingga pertengahan Maret lalu, aktivitas bimbingan belajar di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu rumah belajar lokal kembali aktif sepenuhnya mulai Selasa (31/3/2026). Meski demikian, partisipasi siswa pada hari pertama masih menunjukkan kurang peminat, ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik di wilayah Sumatera Barat ini.
Ibu Ferona Endilla, selaku pengurus sekaligus salah satu guru utama di lembaga tersebut, menyampaikan keprihatinannya sekaligus harapan besar terhadap generasi muda. “Di hari pertama aktifnya bimbingan belajar setelah libur, anak-anak kami masih banyak yang belum aktif. Harapan ayah dan bunda adalah tujuan utama kami sebagai guru, agar anak-anak kami bisa menjadi bangsa yang mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.

Rumah Belajar yang dipimpin langsung oleh Ibu Ferona Endilla ini menawarkan pendekatan pembelajaran yang komprehensif dan terjangkau. Para guru terbaik, yang sebagian besar lulusan perguruan tinggi, mengajar seluruh mata pelajaran sesuai kurikulum sekolah, termasuk bimbingan mengaji untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan siswa. Keunggulan khusus yang menjadi daya tarik adalah program bahasa Inggris yang disediakan secara gratis bagi semua peserta.
Dengan biaya yang terjangkau dan pengajaran yang berkualitas, lembaga ini menargetkan anak-anak di Payakumbuh dan daerah sekitarnya untuk dapat berkembang optimal. “Bagi ayah dan bunda yang ingin anaknya berkembang lebih baik, silakan menyerahkan anak-anaknya untuk dibimbing agar menjadi anak yang berprestasi,” ajak Ibu Ferona.
Baca juga : Sinergi Polisi dan Tokoh Agama: Kapolres Gunungkidul Bangun Jembatan Kepercayaan di Panggang
Aktivitas pasca-libur ini diharapkan dapat segera pulih, mengingat pentingnya konsistensi belajar dalam membentuk karakter dan prestasi siswa. Para orang tua di wilayah Payakumbuh dan sekitarnya diimbau untuk segera mendaftarkan putra-putrinya, sehingga momentum kebangkitan semangat belajar pasca-Idul Fitri dapat dimanfaatkan secara maksimal demi masa depan yang lebih cerah.
Pewarta: Mayang Sari

