RI News. Semarang – Selasa dini hari (24/3/2026), ruas Tol KM 459B di Kabupaten Semarang yang padat arus kendaraan tiba-tiba berubah menjadi arena bahaya ketika sebuah mobil tiba-tiba terbakar hebat di tengah jalur. Kobaran api yang cepat membesar langsung mengancam keselamatan pengguna jalan di sekitarnya, memicu potensi kepanikan dan risiko kecelakaan berantai yang fatal.
Detik-detik kritis itu tidak berlangsung lama berkat respons cepat dan keberanian personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga yang tergabung dalam Tim Pecah Arus. Tanpa ragu, mereka langsung meluncur ke lokasi meski api masih menyala deras dan asap hitam pekat membumbung tinggi. Prioritas pertama adalah mengamankan arus lalu lintas: kendaraan-kendaraan yang melintas diarahkan dengan sigap untuk mencegah kemacetan panjang sekaligus menghindari tabrakan massal.
Tidak berhenti pada pengaturan lalu lintas, petugas di lapangan mengambil langkah lebih berani. Dengan perlengkapan pemadaman yang terbatas, mereka mendekati sumber api, menghadapi panas menyengat dan asap yang menyengat mata serta paru-paru. Gerakan cepat, koordinasi yang tepat, dan ketangguhan mental menjadi kunci. Perlahan namun pasti, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum meluas ke kendaraan lain atau menyebabkan dampak lebih parah.

Kendaraan yang terbakar berhasil dievakuasi, dan situasi arus lalu lintas kembali normal dalam waktu relatif singkat. Yang paling penting, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut—sebuah hasil langsung dari profesionalisme dan keberanian yang ditunjukkan petugas di garis depan.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas aksi anggotanya. “Ini adalah wujud nyata pengabdian Polri yang selalu siap berada di garda terdepan melindungi masyarakat, meski harus menghadapi risiko tinggi sekalipun,” tegasnya Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menekankan bahwa tindakan heroik tersebut bukan sekadar spontanitas semata. “Keberanian anggota di lapangan lahir dari komitmen mendalam untuk melindungi setiap nyawa. Dalam situasi darurat, kecepatan respons dan ketepatan langkah harus berjalan seiring, dan hari ini telah terbukti dengan baik,” ujarnya.
Baca juga : Feradi WPI Semarang Sambut Hari Spesial Ketua Umumnya yang ke-44
Artanto juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih waspada. “Sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Jika menghadapi situasi darurat, segera hubungi petugas terdekat. Keselamatan bersama adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Insiden ini kembali mengingatkan betapa krusialnya kesiapsiagaan aparat di lapangan dalam menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas, terutama di ruas tol yang menjadi urat nadi transportasi utama. Di tengah ancaman api yang membara, petugas tidak memilih mundur—mereka justru maju, menjaga, melindungi, dan memastikan tidak satu pun nyawa melayang.
Pewarta: Nandang Bramantyo

