RI News. Klaten – Suasana pagi Jumat (20/3/2026) di Stadion Trikoyo, Klaten, dipenuhi semangat kemenangan umat Islam. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru wilayah, khususnya Kecamatan Klaten Selatan dan sekitarnya, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriyah secara berjamaah di lapangan terbuka tersebut.
Pelaksanaan salat dimulai sekitar pukul 06.35 WIB, di tengah cuaca cerah yang menyertai. Pemandangan Gunung Merapi yang menjulang di kejauhan menjadi latar alam yang menambah kekhusyukan ibadah. Jemaah memadati seluruh area lapangan, menciptakan barisan rapi yang mencerminkan persatuan di hari kemenangan.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Iskak Sulistya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten. Dalam khotbahnya, Iskak menekankan urgensi memperkuat komitmen keislaman pasca-Ramadan. Ia menguraikan empat pilar utama yang perlu dijaga: patuh pada syariat Islam, memelihara akhlak mulia, menjaga kesalehan sosial, serta membentuk karakter jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Usai salat dan khotbah, Iskak menyampaikan bahwa penyelenggaraan Salat Id di Stadion Trikoyo telah menjadi ikon tersendiri bagi takmir masjid di wilayah selatan Klaten dan sekitarnya. “Tahun ini kami mengawali salat pada hari pertama sesuai ketetapan kami. Semoga ini menjadi wujud penghargaan terhadap perbedaan. Kami tidak memaksakan pada siapa pun, yang penting kami menyiapkan dengan baik dan bisa menyampaikan pesan kebaikan,” ujarnya saat ditemui seusai acara.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah yang telah mengizinkan penggunaan Stadion Trikoyo sebagai tempat ibadah massal. “Kami menyiapkan 414 titik pelaksanaan Salat Idulfitri di seluruh Kabupaten Klaten pada 20 Maret ini. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari bakti kami kepada negeri,” tambah Iskak.
Pelaksanaan salat di stadion ini menjadi salah satu bentuk adaptasi umat dalam merayakan Idulfitri, sekaligus menunjukkan semangat toleransi dan kebersamaan di tengah keragaman penentuan hari raya. Ribuan jemaah yang hadir meninggalkan lokasi dengan wajah penuh haru, membawa pesan untuk terus menjaga kebaikan di tengah masyarakat pasca-puasa Ramadan.
Pewarta : Rendro P

