RI News. Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa secara resmi membuka lembaran baru dalam tata kelola pemerintahan desa melalui peluncuran dan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak tahun 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Wale Ne Tou ini menjadi tonggak awal persiapan menyeluruh guna memastikan proses demokrasi di tingkat paling akar rumput berjalan mulus, inklusif, dan bebas dari potensi kecurangan.
Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pilhut 2026 bukan sekadar rutinitas elektoral, melainkan momentum penting untuk memperkuat fondasi kepemimpinan desa yang visioner dan akuntabel. “Kami berkomitmen menyelenggarakan pemilihan yang benar-benar demokratis, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan keadilan. Hasilnya diharapkan melahirkan Hukum Tua yang mampu mengakselerasi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini dirancang sebagai forum edukasi massal bagi seluruh pemangku kepentingan. Peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai tahapan-tahapan krusial, mulai dari pendaftaran bakal calon, verifikasi persyaratan, hingga mekanisme pemungutan dan penghitungan suara. Aturan-aturan baru yang akan diterapkan juga disosialisasikan secara rinci, termasuk penguatan pengawasan independen dan pencegahan praktik politik uang yang kerap menjadi momok di pemilihan tingkat desa.

Turut memeriahkan acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Adrie Kamasi, SH, MH, serta perwakilan lengkap dari unsur Forkopimda, di antaranya Dandim 1302 Minahasa, Kapolres Minahasa, dan Kejaksaan Negeri Minahasa. Hadir pula anggota DPRD setempat, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten, para camat, Hukum Tua se-Kabupaten Minahasa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh-tokoh agama yang berperan sebagai penjaga nilai moral dan etika masyarakat.
Keikutsertaan lintas sektor ini mencerminkan soliditas dan kesiapan bersama dalam mengawal Pilhut 2026 agar berlangsung kondusif, terutama di tengah keragaman budaya dan potensi dinamis masyarakat Minahasa. Para Hukum Tua dan BPD yang hadir diharapkan menjadi agen perubahan pertama di desa masing-masing, menyebarkan pemahaman yang sama kepada warga hingga ke pelosok-pelosok wilayah.
Baca juga : Polisi Kebumen Tunjukkan Wajah Manusiawi: Sigap Ganti Ban Pecah Pemudik di Tengah Malam Operasi Ketupat
Dengan langkah awal yang terstruktur ini, Kabupaten Minahasa menunjukkan kesiapan matang menghadapi pesta demokrasi desa terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Proses Pilhut serentak di ratusan desa diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin yang kompeten, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan desanya sendiri.
Pewarta: Marco Kawulusan

