RI News. Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana untuk program Mudik dan Balik Rantau Gratis Lebaran 2026 telah mencapai tahap kesiapan maksimal. Sebanyak 325 unit bus yang disiapkan khusus mengangkut belasan ribu warga perantau dari wilayah Jabodetabek dan Bandung telah melewati serangkaian verifikasi ketat, mulai dari aspek administratif hingga kondisi teknis dan kesehatan awak kendaraan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan jauh-jauh hari untuk menghindari risiko di jalan. “Semua pengemudi, kru, serta armada sudah siap beroperasi penuh. Kami tidak main-main soal keselamatan,” ujarnya pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Standar yang diterapkan mengikuti arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Setiap bus wajib memiliki izin operasi angkutan pariwisata dari Kementerian Perhubungan, kartu pengawasan aktif, STNK serta pajak kendaraan yang masih berlaku, dan bukti pelunasan iuran asuransi PT Jasa Raharja. Dari sisi teknis, armada harus lulus uji KIR serta ramp check, dengan pemberian stiker khusus sebagai bukti lolos inspeksi.

Minimal tahun produksi bus adalah 2016, dengan kondisi mesin dan bodi prima serta AC yang berfungsi optimal demi kenyamanan selama perjalanan panjang. Perlengkapan keselamatan juga menjadi syarat mutlak: kotak P3K, APAR, palu pemecah kaca, hingga pintu darurat tersedia lengkap untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Tak hanya kendaraan, kualitas sumber daya manusia juga mendapat perhatian serius. Pengemudi dan kru diharuskan memiliki SIM sesuai kelas, pengalaman minimal dua tahun, serta penguasaan rute. Yang paling krusial, tes kesehatan dilakukan secara berkala, termasuk pemeriksaan urine pada pagi hari keberangkatan pukul 06.00 WIB guna memastikan tidak ada pengaruh narkoba atau alkohol.
Program ini, menurut Risturino, merupakan wujud nyata kepedulian Pemprov Jateng terhadap masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di sektor informal di perantauan. “Kami ingin para perantau bisa membawa pulang penghasilan mereka secara utuh tanpa terpotong biaya transportasi mahal. Transportasi aman, nyaman, dan tentu saja gratis,” katanya.
Baca juga : Pemerintah Desak Polisi Segera Ungkap Dalang Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untuk arus mudik, 325 bus dengan total kapasitas 16.186 penumpang akan diberangkatkan pada 16 Maret 2026 dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Masjid At-Tin di TMII, Jakarta, menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tambahan 23 unit bus berkapasitas 1.133 penumpang juga disiapkan dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung.
Moda kereta api turut dilibatkan dengan tiga rangkaian perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menggunakan KA Jaka Tingkir dan KA Tawang Jaya, ditambah satu rangkaian tambahan, untuk total 1.288 kursi.
Dengan persiapan matang ini, program tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan risiko kecelakaan dan kemacetan selama periode Lebaran.
Pewarta: Nandang Bramantyo

