RI News. Padang – Kecelakaan lalu lintas mengerikan kembali mengguncang jalur penghubung Padang-Solok di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu pagi (14/3/2026). Sebuah truk boks pengangkut ayam beku bernomor polisi W 8031 UT mengalami rem blong, menabrak sepeda motor dari arah berlawanan, sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terbalik hingga tiga kali.
Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika truk yang melaju dari arah Solok menuju Kota Padang tiba-tiba tidak dapat dikendalikan karena sistem rem gagal berfungsi. Sopir truk berusaha menghindari tabrakan, namun kendaraan berat itu justru menyenggol sepeda motor bernomor polisi BH 2213 DW yang sedang melaju dari arah Padang menuju Solok.
Benturan keras tersebut membuat truk oleng hebat. Boks pendingin di bagian belakang hancur lebur, menyebabkan ribuan kilogram ayam beku berhamburan ke aspal dan bahu jalan. Truk kemudian terguling berulang kali sebelum akhirnya terhenti dalam posisi terbalik di tengah jalur.

Pengendara sepeda motor yang menjadi korban langsung mengalami luka berat dan segera dievakuasi warga bersama petugas ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, pengemudi truk hanya mengalami luka lecet ringan dan telah menjalani pemeriksaan awal di tempat kejadian.
Kanit I Satuan Lalu Lintas Polsek Lubuk Kilangan, Iptu Yunefri, menjelaskan bahwa kedua kendaraan yang terlibat langsung diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. “Kerusakan pada truk dan motor cukup parah, terutama bagian boks truk yang remuk total. Kami masih mendalami penyebab pasti rem blong, termasuk faktor teknis kendaraan dan kondisi jalan saat itu,” ujarnya.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik yang dikenal menanjak dan berkelok, sering menjadi titik rawan bagi kendaraan berat. Petugas Satlantas setempat kembali mengimbau seluruh pengemudi, khususnya yang mengoperasikan kendaraan bermuatan berat, untuk rutin memeriksa kondisi rem, ban, dan sistem pengereman sebelum memasuki jalur menanjak.
“Kami meminta masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan laju kendaraan jika merasakan gejala gangguan teknis,” tambah Iptu Yunefri.
Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan pertanggungjawaban lebih lanjut, termasuk kemungkinan kelalaian perawatan kendaraan. Jalur sempat ditutup sementara untuk evakuasi dan pembersihan muatan yang berserakan, sebelum akhirnya dibuka kembali dengan pengaturan lalu lintas satu arah.
Pewarta: Mayang Sari

