RI News. Wonogiri – Menyambut peningkatan aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan 1447 H, jajaran Polres Wonogiri kembali menggelar operasi patroli gabungan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kecamatan Pracimantoro, Rabu (11/3/2026) sore. Langkah preventif ini difokuskan untuk membendung maraknya aksi balap liar yang kerap dimanfaatkan sebagian remaja sebagai hiburan saat menunggu azan Magrib.
Petugas gabungan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan unsur terkait menyisir ruas jalan protokol tersebut menggunakan kendaraan dinas. Mereka mendapati sejumlah kelompok anak muda berkumpul di pinggir jalan, sebagian di antaranya tampak bersiap melakukan aksi kebut-kebutan menggunakan sepeda motor modif. Dengan pendekatan persuasif namun tegas, petugas langsung membubarkan kerumunan tersebut sambil menyampaikan imbauan langsung di tempat.
“Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mengancam nyawa pengendara sendiri maupun pengguna jalan lain, terutama di jam rawan ngabuburit ketika lalu lintas padat dan visibilitas menurun,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo.

Untuk memperkuat efek jera, petugas menerapkan penindakan langsung berupa tilang elektronik terhadap pengendara yang terjaring pelanggaran lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm standar, knalpot brong, atau melaju melebihi batas kecepatan. Beberapa kendaraan yang dimodifikasi secara ekstrem juga langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif Polres Wonogiri sepanjang Ramadan, yang telah digencarkan sejak awal puasa pada 19 Februari 2026 lalu. Jalur Lintas Selatan Pracimantoro dikenal sebagai salah satu titik rawan karena kondisi jalan lurus yang panjang, minim pengawasan, dan sering menjadi arena improvisasi balap liar oleh remaja yang memanfaatkan waktu luang menjelang iftar.
Polres setempat menegaskan bahwa patroli semacam ini akan terus diperluas, tidak hanya sore hari tetapi juga pada jam-jam sahur dan malam hari, guna menciptakan suasana Ramadan yang aman, nyaman, dan penuh berkah. Masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an, berbagi takjil, atau kegiatan sosial di lingkungan sekitar, daripada terlibat dalam aksi berisiko yang dapat merusak citra bulan suci.
Dengan pendekatan gabungan antara penegakan hukum dan edukasi masyarakat, diharapkan potensi gangguan kamtibmas di jalur lintas utama Wonogiri dapat ditekan secara signifikan hingga akhir Ramadan nanti.
Pewarta: Nandang Bramantyo

