RI News. Gunungkidul – Upaya preventif Polres Gunungkidul kembali membuahkan hasil nyata dalam menekan potensi gangguan kamtibmas dini hari. Tim Patroli Subuh yang dipimpin Iptu Hartato SH, MM berhasil membubarkan kerumunan sekitar 30 remaja beserta kendaraan roda dua mereka di kawasan Jembatan Jalan Lintas Selatan (JJLS) Monggol, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 05.50 WIB.
Kejadian tersebut berlangsung di ruas jalan yang dikenal lurus dan sepi, kerap menjadi lokasi favorit bagi aksi balap liar menjelang fajar. Para remaja tersebut diduga tengah mempersiapkan kegiatan tersebut setelah berkumpul dengan sepeda motor masing-masing. Namun, kehadiran tim patroli yang rutin menyisir wilayah rawan berhasil mengintervensi secara cepat.
Pendekatan yang diterapkan petugas bersifat persuasif, sehingga pembubaran berjalan aman, kondusif, tanpa gesekan berarti. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor yang tidak dilengkapi plat nomor, spion, serta kelengkapan surat-surat kendaraan. Kendaraan tersebut langsung dibawa ke Markas Polsek Saptosari guna proses penindakan hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Iptu Hartato, yang memimpin langsung operasi tersebut, menegaskan bahwa patroli subuh merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Polres Gunungkidul untuk mengantisipasi berbagai bentuk kenakalan remaja, terutama balap liar dan pelanggaran lalu lintas lainnya. “Kami terus mengintensifkan patroli ini demi mencegah risiko kecelakaan yang mengancam keselamatan pengguna jalan serta menjaga ketertiban umum,” ujarnya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa SH, SIK, MH, melalui personelnya kembali menegaskan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat. Patroli dini hari ini dinilai efektif sebagai langkah proaktif menghadapi potensi gangguan yang sering muncul pada jam-jam sepi.
Baca juga : Petugas Reskrim Polsek Balik Bukit Tangkap Tersangka Penggelapan Motor Honda CBR Senilai Rp30 Juta
Melalui kejadian ini, kepolisian setempat turut mengimbau seluruh warga, khususnya orang tua dan para remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum dan berisiko tinggi. Masyarakat juga diajak berpartisipasi aktif mendukung penegakan hukum demi mewujudkan Gunungkidul yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua.
Dengan langkah preventif seperti ini, diharapkan potensi balap liar dan kenakalan remaja di wilayah pesisir selatan tersebut dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.
Pewarta: Lee anno

