RI News. Lampung Barat – 5 Maret 2026 – Harapan lama warga Pekon Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, akhirnya menjadi kenyataan. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, secara resmi meresmikan Jembatan Way Sepagasan pada Kamis (5/3/2026). Infrastruktur ini menjadi penghubung vital antara Kecamatan Way Tenong dan Kecamatan Air Hitam, sekaligus membuka jalur distribusi hasil pertanian yang lebih lancar bagi masyarakat setempat.
Jembatan yang baru saja rampung dibangun ini diharapkan mampu mengatasi kendala mobilitas yang selama ini dihadapi petani di kawasan pedesaan tersebut. Sebelumnya, akses terbatas sering kali menghambat pengiriman komoditas pertanian ke pasar yang lebih luas, sehingga berdampak pada nilai jual dan pendapatan petani. Dengan kehadiran jembatan baru, arus barang dan jasa di kawasan ini diproyeksikan meningkat signifikan, sekaligus memperkuat rantai pasok ekonomi lokal.
Dalam sambutannya saat peresmian, Parosil Mabsus menekankan peran strategis infrastruktur ini dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat. “Pembangunan Jembatan Way Sepagasan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan warga. Saya berharap kehadirannya dapat mempercepat perputaran ekonomi, terutama bagi para petani yang mengandalkan hasil panen sebagai sumber penghidupan utama,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pemeliharaan jembatan. Menurut Parosil, keberlanjutan manfaat infrastruktur bergantung pada kesadaran kolektif untuk menjaga aset bersama tersebut. “Jembatan ini menghubungkan tidak hanya wilayah, tapi juga harapan hidup warga. Mari kita rawat bersama agar tetap kokoh dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Secara fungsional, Jembatan Way Sepagasan telah menjadi arteri utama bagi berbagai aktivitas masyarakat. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian seperti kopi, sayuran, dan tanaman hortikultura khas daerah pegunungan Lampung Barat, jembatan ini juga memudahkan akses ke layanan pendidikan, kesehatan, serta mobilitas sosial sehari-hari. Kawasan Way Tenong dan sekitarnya, yang dikenal dengan potensi agrarisnya, kini memiliki konektivitas yang lebih baik untuk bersaing di pasar regional.
Baca juga : Dua Batang Besi Pengaman Jembatan Melawi II Raib, Polisi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Pencurian
Parosil menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah terpencil. Upaya ini merupakan bagian dari strategi lebih luas guna mengurangi kesenjangan antarwilayah dan memperkuat fondasi ekonomi pedesaan. “Kami akan terus berupaya membangun konektivitas yang merata, sehingga setiap pekon dan kecamatan dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung,” pungkasnya.
Peresmian ini disambut antusias oleh warga setempat, yang selama ini mengeluhkan kondisi akses yang kurang memadai. Kehadiran jembatan baru diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif di Lampung Barat, khususnya bagi komunitas petani di Pekon Mutar Alam dan sekitarnya.
Pewarta: Atilinsyah

