RI News. Wonogiri – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang memilukan kembali menyoroti kerentanan pengguna jalan di wilayah pedesaan Jawa Tengah. Pada Selasa sore, 24 Februari 2026, seorang pemuda berusia 22 tahun kehilangan nyawanya dalam tabrakan beruntun yang melibatkan sepeda motor, mobil penumpang, dan sebuah truk yang hingga kini identitasnya masih menjadi teka-teki. Kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menggarisbawahi urgensi peningkatan kesadaran keselamatan berkendara di jalur-jalur sekunder yang sering kali ramai namun minim pengawasan.
Peristiwa nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Slogohimo–Purwantoro, tepatnya di Dusun Sanan, Desa Waru, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan keterangan resmi dari Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, kecelakaan dimulai ketika sepeda motor Honda NF 125 SF bernomor polisi AE 6429 T yang dikendarai korban bertabrakan dengan bagian belakang mobil Honda Brio bernomor polisi AD 1596 QZ. Kedua kendaraan tersebut sedang melaju searah dari arah barat menuju timur.

Dampak benturan tersebut membuat pengendara sepeda motor terpental ke lajur kanan jalan. Pada saat yang krusial itu, sebuah truk yang melintas dari arah berlawanan langsung melindas tubuh korban sebelum akhirnya melarikan diri ke arah barat. “Kami sedang intensif menyelidiki identitas truk tersebut melalui saksi mata dan rekaman potensial di sekitar lokasi,” ujar AKP Anom, yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, dalam konferensi pers singkat pasca-kejadian.
Korban, yang diidentifikasi sebagai P A P, merupakan warga asal Kabupaten Ponorogo. Ia mengalami cedera fatal, termasuk pendarahan hebat di kepala, patah tulang paha, serta luka parah di berbagai bagian tubuh, yang menyebabkan kematiannya langsung di tempat kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penyerahan kepada pihak keluarga. Sementara itu, pengemudi Honda Brio, Vega Putri Endah Sari, seorang perempuan berusia 28 tahun asal Kecamatan Slogohimo, selamat tanpa luka berarti dan telah memberikan keterangan awal kepada penyidik.
Baca juga : Jaksa Agung Turun Gunung: Memperkuat Benteng Hukum di Ujung Utara Sulawesi
Tim gabungan dari Polsek Slogohimo dan Unit Laka Satlantas Polres Wonogiri segera merespons laporan warga dengan mendatangi lokasi. Mereka tidak hanya mengamankan kendaraan yang tersisa, tetapi juga mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk merekonstruksi kronologi secara akurat. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap motif pelarian truk serta faktor-faktor penyebab seperti kecepatan berlebih atau kelalaian pengendara.
Dalam konteks lebih luas, kecelakaan semacam ini mencerminkan pola berulang di jalur-jalur antarkabupaten di Jawa Tengah, di mana kombinasi antara lalu lintas padat, kondisi jalan yang tidak selalu optimal, dan kurangnya disiplin berkendara sering kali berujung pada tragedi. Data historis menunjukkan bahwa kabupaten seperti Wonogiri kerap menjadi titik rawan, terutama pada jam sibuk sore hari ketika kendaraan berat seperti truk mendominasi arus lalu lintas.

AKP Anom menekankan pentingnya kerjasama masyarakat dalam penyelesaian kasus ini. “Kami mengajak siapa pun yang memiliki informasi tentang truk tersebut untuk segera melapor. Lebih dari itu, ini adalah pengingat bagi semua pengguna jalan agar selalu memprioritaskan keselamatan, mematuhi rambu-rambu, dan menghindari manuver berisiko,” tambahnya dengan nada prihatin.
Kasus ini, meski tragis, diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku berkendara di masyarakat. Dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, harapan besar tertumpu pada keadilan bagi korban dan pencegahan insiden serupa di masa depan.
Pewarta : Nandang Bramantyo

