RI News. Washington DC, 18 Februari 2026 – Kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke ibu kota Amerika Serikat disambut penuh kehangatan oleh ratusan warga negara Indonesia yang tinggal di negeri itu, termasuk para mahasiswa dan pejabat kedutaan. Momen itu menjadi gambaran kuat ikatan emosional antara pemimpin tertinggi bangsa dengan komunitas diaspora di tengah agenda diplomasi yang padat.
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan terbatas mendarat mulus di Joint Base Andrews, Maryland, sekitar pukul 12.00 waktu setempat pada Selasa siang. Di pangkalan militer tersebut, beliau langsung disambut oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo, serta Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP Angkatan Udara AS Kolonel Gary Charland.
Perjalanan menuju hotel penginapan menjadi titik puncak sambutan hangat. Di lobi hotel, seorang anak perempuan berpakaian adat tradisional Indonesia maju memberikan buket bunga kepada Presiden, disusul sorak-sorai “Selamat datang di Washington DC, Bapak Presiden” dari puluhan diaspora, mahasiswa, serta staf dan keluarga pejabat KBRI Washington DC.

Para penyambut tampil kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah tanah air, lengkap dengan atasan batik yang mencerminkan identitas nasional. Mereka juga mengibarkan bendera Merah Putih berukuran kecil, menciptakan suasana meriah sekaligus penuh rasa bangga.
Presiden Prabowo tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Dengan langkah mantap, beliau menyusuri area lobi sambil menyalami satu per satu para diaspora dan mahasiswa yang berbaris. “Terima kasih ya, terima kasih,” ucapnya berulang kali, disertai senyum hangat yang membuat suasana semakin akrab. Beliau juga sempat berhenti lebih lama untuk menyapa sekelompok mahasiswa, serta menyalami beberapa perwira TNI yang sedang menempuh pendidikan militer di Amerika Serikat.
Di belakang Presiden, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut menyapa dan menyalami para hadirin. Beberapa diaspora dan mahasiswa pun memanfaatkan kesempatan untuk berjabat tangan dengan Seskab Teddy, menambah nuansa keakraban dalam penyambutan itu.
Baca juga : Pertahanan Laut China Selatan Makin Kokoh: AS Siapkan Penempatan Rudal Mutakhir Tambahan di Filipina
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda resmi Presiden Prabowo di Amerika Serikat. Selama berada di Washington DC, beliau dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika pada Rabu (18/2), Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza pada Kamis (19/2), serta pertemuan bilateral penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satu poin krusial dalam pertemuan bilateral tersebut adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART), yang telah melalui proses negosiasi panjang sejak tahun 2025.
Ditemani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono yang telah tiba lebih dulu, kunjungan ini diharapkan memperkuat fondasi hubungan strategis Indonesia-Amerika Serikat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga isu perdamaian global.
Sambutan meriah dari diaspora dan mahasiswa tidak hanya menjadi penghormatan pribadi bagi Presiden Prabowo, tetapi juga simbol solidaritas bangsa Indonesia di luar negeri, yang tetap menjaga ikatan kuat dengan tanah air meski berada ribuan kilometer jauhnya.
Pewarta : Albertus Parikesit

