RI News Portal. Payakumbuh Timur – Kawasan Padang Tiakar, Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, kembali menjadi sasaran aksi pencurian jalanan yang semakin marak dalam beberapa waktu terakhir. Pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026, sebuah bengkel mekanik milik warga setempat menjadi korban penjarahan oleh dua pelaku yang beraksi dengan tenang meski berada dalam jangkauan kamera pengawas.
Menurut laporan yang diterima dari pihak kepolisian setempat, kedua pelaku tiba di lokasi sekitar tengah malam ketika sebagian besar warga sudah terlelap. Mereka mengenakan penutup wajah serupa ninja untuk menyamarkan identitas, kemudian memasuki area bengkel tanpa hambatan berarti. Rekaman closed-circuit television (CCTV) yang terpasang di lokasi memperlihatkan bagaimana pelaku bergerak dengan santai, seolah tidak terganggu oleh keberadaan perangkat pengawas tersebut.
Barang-barang yang berhasil dibawa kabur mencakup satu unit mesin bubut—alat krusial bagi operasional bengkel—sejumlah ban serap kendaraan, serta kabel-kabel listrik dan komponen mesin las lainnya. Kerugian materiil diperkirakan mencapai nilai signifikan, mengingat peran peralatan tersebut dalam mendukung mata pencaharian pemilik usaha kecil menengah di wilayah tersebut.

Pemilik bengkel, yang enggan disebut identitasnya demi keamanan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Payakumbuh pada pagi harinya. Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti utama. Penyelidikan awal menunjukkan pola yang mirip dengan beberapa insiden sebelumnya di kawasan yang sama, di mana pelaku memanfaatkan jam istirahat malam dan minimnya pengawasan aktif dari warga.
Maraknya aksi pencurian di Padang Tiakar-Payobasuang belakangan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat. Beberapa kasus serupa dalam kurun waktu dekat menunjukkan bahwa pelaku cenderung menargetkan usaha bengkel dan toko peralatan, yang biasanya menyimpan barang bernilai tinggi namun rentan tanpa pengamanan ekstra.
Pihak berwenang dan tokoh masyarakat setempat menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan memperkuat sistem penerangan malam, memasang tambahan CCTV dengan fitur penyimpanan cloud, serta membentuk ronda malam secara bergilir. “Keamanan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan biarkan kejadian berulang ini melemahkan semangat usaha warga,” ujar salah seorang perwakilan warga yang mengetahui situasi terkini.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap identitas pelaku berdasarkan rekaman visual dan jejak lainnya. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan informasi terkait peredaran barang hasil curian seperti mesin bubut atau peralatan serupa di pasar gelap atau lingkungan sekitar.
Pewarta: Mayang Sari

