RI News Portal. Gunungkidul, 7 Februari 2026 – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Gunungkidul tetap terjaga aman dan kondusif pasca pertandingan derby Mataram antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026). Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana pengamanan berbasis humanis dan komunikasi persuasif mampu mencegah eskalasi konflik di tengah mobilitas massa suporter yang tinggi.
Meski sempat muncul narasi penyekatan ketat terhadap rombongan suporter asal Solo di kawasan Bundaran Siyono, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang jauh lebih terkendali. Jajaran Polres Gunungkidul menerapkan strategi “Cooling System” yang mengedepankan penjelasan langsung, pendekatan kekeluargaan, serta tindakan kecil namun bermakna seperti pembagian air mineral di beberapa titik penyekatan. Cara ini berhasil meredam potensi ketegangan yang sempat mencuat di ruang publik digital.
Bagi suporter tuan rumah yang melintas menuju Bantul, petugas memberikan pengawalan melekat dengan sikap ramah. Selain memastikan kelancaran arus lalu lintas, anggota kepolisian juga secara aktif mengingatkan para pendukung untuk tetap tertib dan menjaga ketertiban di jalan raya.

“Untuk suporter tuan rumah yang menuju Stadion Bantul, petugas melakukan pengawalan melekat (escorting) dengan sikap yang ramah. Selain memastikan keamanan jalur, petugas juga mengingatkan para suporter agar tetap tertib berlalu lintas dan menjaga ketertiban di jalan raya,” ujar Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.
Kapolres Damus secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh suporter dan masyarakat yang menunjukkan kedewasaan luar biasa.
“Kami sangat mengapresiasi kedewasaan kawan-kawan suporter dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Meskipun sempat ada dinamika yang ramai, dengan pendekatan humanis dari anggota kami dan respons positif dari suporter, semua berjalan aman, lancar, dan terkendali tanpa gesekan sedikit pun,” tegasnya.
Baca juga : Arsip yang Hidup: Peluncuran Dua Buku yang Menghidupkan Kembali Akar Keistimewaan Yogyakarta
Keberhasilan ini tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, melainkan juga membuka ruang bagi model pengamanan baru dalam kegiatan kemasyarakatan berskala besar di Gunungkidul. Polres Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar penjaga atau pembatas, dalam menjaga harmoni dan ketertiban bersama.
Dengan pendekatan ini, Gunungkidul kembali menunjukkan bahwa keamanan publik dapat diraih bukan melalui kekuatan semata, melainkan melalui kepercayaan dan komunikasi yang dibangun bersama masyarakat.
Pewarta: Lee Anno

