RI News Potal. Kyiv – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyampaikan komitmen tegas bahwa pasukan dari negara-negara sekutu akan ditempatkan secara cepat di wilayah Ukraina begitu perjanjian damai dengan Rusia berhasil dicapai. Pernyataan ini disampaikan Rutte dalam pidatonya di hadapan parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, di Kyiv pada awal Februari 2026.
Menurut Rutte, pengerahan tersebut akan berlangsung secara instan setelah penandatanganan kesepakatan, melibatkan kekuatan darat, udara, dan laut dari kelompok informal yang disebut “koalisi yang bersedia”. Ia menegaskan bahwa kehadiran pasukan ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan yang kokoh bagi Ukraina, sehingga mencegah kemungkinan agresi baru di masa mendatang.
“Begitu kesepakatan damai ditandatangani, akan segera ada pasukan di darat, pesawat tempur di langit, serta dukungan maritim dari para sekutu yang telah sepakat,” ujar Rutte, seraya menekankan bahwa dukungan militer berkelanjutan sangat dibutuhkan Ukraina untuk mempertahankan kedaulatannya.

Rutte juga menyoroti kemajuan yang telah dicapai dalam penyediaan jaminan keamanan melalui koalisi tersebut, sejalan dengan pandangan yang pernah disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ia menambahkan bahwa meskipun dunia sedang menghadapi berbagai krisis global lainnya, perhatian NATO terhadap keamanan Ukraina tidak akan surut. Aliansi tersebut terus menjalin komunikasi harian dengan Kyiv dan memastikan pengiriman peralatan militer setiap hari.
Salah satu mekanisme utama yang digunakan adalah Prioritized Ukraine Requirements List (PURL), yang telah menyalurkan sebagian besar kebutuhan persenjataan Ukraina. Rutte menyebut bahwa melalui PURL, sekitar 75 persen rudal untuk garis depan dan 90 persen rudal pertahanan udara telah berhasil dikirimkan. Mekanisme ini melibatkan kontribusi dana jutaan euro dari sekutu dan mitra NATO, dengan peningkatan signifikan sejak musim panas lalu.
Dukungan ini, kata Rutte, tidak hanya untuk memperkuat pertahanan Ukraina saat ini, tetapi juga sebagai pencegah jangka panjang terhadap ancaman eksternal. Koordinasi bantuan tersebut difasilitasi melalui pertemuan format Ramstein yang melibatkan lebih dari 50 menteri pertahanan negara sekutu.
Baca juga : Kantor Dinas Perumahan Tapsel Absen Bendera Merah Putih, Langgar Kewajiban Hukum Nasionalisme
Pernyataan Rutte muncul di tengah momentum diplomatik yang sedang berlangsung. Rusia dan Ukraina dijadwalkan melanjutkan pembahasan kemungkinan perjanjian damai dalam putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 4–5 Februari 2026. Pembicaraan ini menjadi bagian dari upaya mencapai penyelesaian yang adil dan berkelanjutan setelah bertahun-tahun konflik.
Rutte menegaskan bahwa NATO tetap siap memberikan dukungan cepat dan konsisten, baik selama proses negosiasi maupun setelah kesepakatan tercapai. “Keamanan Ukraina adalah keamanan kita bersama,” tutupnya, menandaskan komitmen jangka panjang aliansi transatlantik tersebut terhadap Kyiv.
Pewarta : Setiawan Wibisono

