RI News Portal. Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya keras memastikan seluruh penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayahnya akhir November 2025 dapat menempati hunian sementara (huntara) sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyatakan target tersebut sebagai prioritas utama dalam tahap pemulihan pascabencana. “Kita berharap dan berupaya agar seluruh penyintas banjir bandang sudah dapat menempati huntara sebelum Ramadhan 1447 Hijriah,” ujarnya di Kota Padang, Selasa lalu.
Menurut Arry, pembangunan huntara saat ini digenjot secara masif melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Danantara, serta dukungan TNI dan Polri. Fokus utama tertuju pada Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, serta beberapa lokasi lainnya yang paling parah terdampak. “Sebagian huntara sudah bisa ditempati masyarakat, sementara sisanya masih dalam proses percepatan penyelesaian, dengan harapan rampung menjelang bulan puasa,” tambahnya.

Arry juga menyoroti kasus khusus di Jorong Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, di mana huntara sempat terendam banjir setelah dihuni. Ia menekankan pentingnya intervensi cepat dari pemerintah daerah setempat untuk mencegah kejadian serupa. “Kita meminta adanya antisipasi konkret agar huntara yang sudah ditempati tidak lagi mengalami banjir, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran baru bagi penyintas,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengumumkan bahwa kegiatan safari Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini akan diarahkan secara prioritas ke daerah-daerah terdampak bencana. Langkah ini dimaksudkan untuk memantau langsung progres pemulihan sekaligus memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang masih berjuang bangkit. “Safari Ramadhan kali ini difokuskan ke lokasi-lokasi bencana agar kita bisa melihat dan merasakan sendiri tingkat pemulihan di berbagai wilayah yang terdampak,” kata Gubernur.
Baca juga : FSRU Bakal Jadi Penyelamat Pasokan Gas Jawa Timur di Tengah Lonjakan Kebutuhan Industri
Bencana hidrometeorologi dahsyat akhir November 2025 itu, yang dipicu hujan ekstrem dan kondisi lingkungan hulu yang rentan, meninggalkan luka mendalam di Sumatera Barat. Kerusakan luas meliputi permukiman, infrastruktur, dan mata pencaharian warga di 16 kabupaten/kota. Pemerintah provinsi memperkirakan kebutuhan anggaran pascabencana mencapai Rp21,44 triliun, yang akan dipenuhi secara bertahap dan terencana sesuai tingkatan kewenangan.
Upaya percepatan huntara dan pengalihan agenda Ramadhan ke zona bencana mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya menangani dampak langsung, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Pewarta : Jum Aini

