RI News Portal. Jakarta Timur – Untuk memperkuat pengamanan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Metro Jakarta Timur membentuk 27 posko terpadu yang tersebar merata di seluruh kecamatan wilayah hukumnya. Langkah ini menjadi bagian integral dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 yang digulirkan Polda Metro Jaya secara serentak.
Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar menjelaskan, posko-posko tersebut dirancang sebagai benteng pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama aksi tawuran yang sering meningkat pada periode tertentu. “Kami mendirikan 27 posko terpadu ini untuk mendeteksi dan mencegah indikasi perbuatan yang mengarah pada tawuran serta gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Akbar dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (2/2/2026).
Operasi Pekat Jaya 2026 berlangsung selama 15 hari, tepatnya mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Meski operasi tahap awal ini berakhir sebelum Ramadhan dimulai—diperkirakan sekitar pertengahan Februari 2026 berdasarkan prediksi hisab dan rukyat—upaya pengamanan direncanakan berlanjut setidaknya sepanjang bulan puasa. Pendirian posko menjadi salah satu strategi kunci untuk menjaga stabilitas lingkungan, khususnya di jam-jam rawan mulai pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya.

Setiap posko diisi oleh 20 personel gabungan. Separuh di antaranya berasal dari unsur kepolisian, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya, sementara sisanya melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat setempat. Pendekatan ini menekankan sinergi lintas sektor dan pemberdayaan warga sebagai mitra utama dalam menjaga keamanan.
Akbar menyoroti tren positif berupa peningkatan partisipasi masyarakat yang semakin hari semakin terlihat. “Pelaksanaan operasi bersifat dinamis. Dukungan dari elemen masyarakat terus bertambah, dan ini menjadi hal positif yang patut kami gaungkan lebih luas,” katanya. Partisipasi aktif warga, mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas sekitar, dinilai krusial untuk mencegah remaja dan pelajar terlibat dalam perilaku negatif, termasuk tawuran saat kegiatan sahur atau aktivitas malam hari.
Baca juga : Rekor Pariwisata 2025: Kunjungan Wisman Tembus 15,39 Juta, Wisnus Melonjak Melebihi Era Pra-Pandemi
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, potensi tawuran dan gangguan kamtibmas lain kerap melonjak menjelang dan selama Ramadhan, sering melibatkan kelompok remaja. Analisis kerawanan tersebut menjadi dasar penempatan posko dan pengaturan jam operasional. Tujuan utama tetap sama: menciptakan rasa aman bagi seluruh warga serta menjamin suasana kondusif untuk menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Polres Metro Jakarta Timur mengajak seluruh komponen masyarakat untuk turut serta menjaga kamtibmas. “Mulailah dari keluarga, orang tua dan saudara agar mengawasi adik-adik serta remaja agar terhindar dari perilaku yang berpotensi menimbulkan masalah,” pungkas Akbar. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, TNI, dan warga diharapkan menjadi kunci keberhasilan menjaga Jakarta Timur tetap damai menyambut Ramadhan.
Pewarta : Yogi Hilmawan

