RI News Portal. Mandailing Natal – Malam Minggu (1/2/2026) menjadi malam yang kelam bagi warga kawasan lintas timur, Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan. Seorang pemuda yang diperkirakan berusia 23 tahun ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di dalam kamar rumah kontrakannya sekitar pukul 19.00 WIB.
Penemuan tragis ini langsung memicu kekecewaan dan keprihatinan mendalam di kalangan tetangga sekitar. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana, dengan kain panjang yang diikatkan pada bagian kayu jendela kamar sebagai alat yang digunakan. Rumah kontrakan tersebut diketahui merupakan milik keluarga korban sendiri, tempat ia biasa tinggal sehari-hari.
Petugas kepolisian dari Polsek Panyabungan bersama anggota Polres Mandailing Natal segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi jenazah berlangsung hati-hati, disaksikan oleh keluarga korban, aparat kepolisian, serta perwakilan babinsa setempat. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Panyabungan guna menjalani proses autopsi guna menentukan penyebab kematian secara pasti.

Hingga kini, motif maupun latar belakang kejadian masih diselimuti kabut misteri. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kemungkinan adanya unsur pidana atau faktor lain di balik peristiwa ini. Penyelidikan masih berfokus pada pengumpulan keterangan saksi, pemeriksaan bukti fisik di TKP, serta hasil visum et repertum dari tim medis.
Warga setempat yang ditemui menggambarkan korban sebagai sosok yang relatif pendiam namun ramah dalam pergaulan sehari-hari. Tidak ada tanda-tanda mencolok mengenai perubahan perilaku atau keluhan yang pernah disampaikan korban kepada orang sekitar sebelum kejadian. “Dia orangnya biasa saja, jarang ribut, suka menyendiri tapi kalau disapa selalu menjawab dengan sopan,” ujar salah seorang tetangga yang enggan disebut namanya.
Kasus ini menambah daftar peristiwa serupa yang kerap mengguncang ketenangan masyarakat pedesaan dan perkotaan kecil di wilayah Sumatera Utara bagian selatan. Para ahli kesehatan jiwa kerap mengingatkan pentingnya deteksi dini tanda-tanda gangguan mental pada kalangan remaja dan dewasa muda, terutama di tengah tekanan ekonomi, sosial, dan kurangnya akses layanan konseling yang memadai di daerah terpencil.
Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami kasus ini secara transparan dan menyeluruh. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari spekulasi yang dapat memperburuk duka keluarga korban.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari keluarga maupun aparat terkait hasil awal penyelidikan.
Pewarta : Adi Tanjoeng

