Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Emak-Emak Lereng Slamet Bangkit: “Emak Bergerak” Suarakan Jeritan Alam yang Rusak

Emak-Emak Lereng Slamet Bangkit: “Emak Bergerak” Suarakan Jeritan Alam yang Rusak

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 minutes read
Emak-Emak Lereng Slamet Bangkit
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal, Brebes – Di tengah lumpur yang masih mengering di jalan-jalan desa, puluhan ibu rumah tangga di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melangkah tegar Jumat pagi (30/1/2026). Mereka bukan sekadar berjalan; mereka membawa suara keprihatinan mendalam atas banjir bandang yang kembali menerjang wilayah lereng Gunung Slamet hanya seminggu sebelumnya.

Dengan nama gerakan “Emak Bergerak”, para perempuan ini berangkat dari balai desa sekitar pukul 09.00 WIB, menyusuri jalan berbatu menuju titik-titik rawan banjir. Aksi moral itu diwarnai pembentangan belasan spanduk bertuliskan tuntutan tegas: hentikan perusakan hutan, tegakkan hukum bagi pelaku penebangan liar, dan prioritaskan pemulihan lingkungan daripada sekadar penanganan darurat pascabencana.

Banjir bandang akhir Januari lalu telah menyisakan trauma berat bagi warga lereng selatan Gunung Slamet. Di Kecamatan Bumiayu saja, luapan Kali Keruh dan Kali Reong menghanyutkan belasan rumah, merusak infrastruktur jalan, serta memaksa ratusan jiwa mengungsi. Material lumpur dan kayu gelondongan yang terbawa arus menjadi saksi bisu betapa parahnya degradasi hutan di hulu.

Para emak-emak menegaskan, bencana berulang ini bukan semata murka alam. “Hutan lindung yang dulu menjadi tameng kini gundul karena tangan-tangan tak bertanggung jawab. Akar pohon hilang, air hujan langsung mengalir deras membawa tanah dan batu,” ujar salah seorang peserta, suaranya parau menahan emosi. Ia menambahkan, dampak paling berat selalu dirasakan oleh anak-anak dan keluarga mereka yang tinggal di garis depan bahaya.

Spanduk-spanduk itu tak hanya dipasang di Desa Adisana. Beberapa dibawa untuk ditempatkan di titik rawan lain di Kecamatan Bumiayu, Sirampog, dan Paguyangan. Gerakan ini dirancang agar menjalar, menggugah ibu-ibu di desa-desa tetangga agar bersuara serupa. Mereka percaya, suara kolektif para perempuan—yang biasanya menjadi garda terdepan menyelamatkan keluarga saat banjir datang—dapat menjadi kekuatan yang tak terabaikan.

Baca juga : Pemerintah Kota Subulussalam Kini Terbebani Utang Rp367 Miliar, Wali Kota Janji Lunasi 2027 atau Siap Mundur

Dalam orasi singkat di lokasi terdampak, mereka mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk bertindak lebih dari sekadar membersihkan lumpur. Penegakan hukum terhadap pelaku eksploitasi hutan ilegal dinilai sebagai langkah krusial guna memutus rantai bencana. “Jangan tunggu rumah kami hanyut lagi, anak-anak kami kehilangan masa depan. Lindungi hutan sekarang, selamatkan kami selamanya,” seru salah satu koordinator aksi.

Aksi “Emak Bergerak” mencerminkan pergeseran paradigma: dari korban pasif menjadi agen perubahan. Di lereng Gunung Slamet yang dulu hijau rindang, kini muncul harapan baru dari langkah kaki para ibu. Mereka tak meminta belas kasihan, melainkan keadilan ekologis—agar alam kembali bernapas, dan kehidupan di bawahnya kembali aman.

Jeritan hati para emak ini kini bergema, menanti respons nyata dari pemangku kebijakan. Karena bagi mereka, banjir bukan akhir cerita; ia adalah panggilan untuk bertindak sebelum terlambat.

Pewarta: Ikhwanudin

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemerintah Kota Subulussalam Kini Terbebani Utang Rp367 Miliar, Wali Kota Janji Lunasi 2027 atau Siap Mundur
Next: Bupati Brebes Percepat Normalisasi Sungai Keruh dengan Tambah Alat Berat, Antisipasi Banjir Susulan di Bumiayu

Related Stories

Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan

Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS

Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda

DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren
  • Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS
  • DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda
  • Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur
  • Sinergi Penegakan Hukum: Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal Beserta Pelaku ke Bea Cukai Sibolga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.