RI News Portal. Eromoko, Wonogiri – Di tengah hiruk-pikuk rutinitas masyarakat pedesaan, sebuah momen sederhana namun bermakna terjadi di Markas Polsek Eromoko, Kamis (29/1/2026). Sebanyak 17 anak usia prasekolah dari Kelompok Bermain (KB) Siwi Peni, Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, melangkah masuk ke lingkungan yang selama ini sering hanya mereka kenal lewat cerita atau gambar di buku cerita.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian terintegrasi dari Program Polisi Sahabat Anak yang digulirkan Polres Wonogiri. Tujuannya jelas: membentuk persepsi positif terhadap institusi kepolisian sejak fase perkembangan kognitif dan emosional anak masih sangat plastis. Pada usia 4–6 tahun, anak-anak sedang membangun skema dasar tentang “siapa yang melindungi” dan “apa artinya aturan”, sehingga pengalaman langsung seperti ini memiliki potensi dampak jangka panjang terhadap rasa percaya sosial dan kesadaran hukum.
Dipandu langsung oleh Kapolsek Eromoko AKP Mulyadi, S.H., beserta jajaran personel, anak-anak diajak berkeliling markas dengan pendekatan yang sepenuhnya ramah anak. Mereka diperkenalkan pada tugas-tugas dasar polisi—mulai dari menjaga ketertiban hingga melindungi warga—melalui cerita interaktif, demonstrasi sederhana, serta permainan edukatif yang menekankan nilai disiplin dan keselamatan. Suasana riang terasa sepanjang acara; tawa kecil dan pertanyaan polos anak-anak mengalir bebas, menciptakan dialog dua arah yang jarang terjadi antara generasi terkecil dengan aparat penegak hukum.

Pendekatan ini bukan tanpa dasar. Penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pengalaman positif awal dengan figur otoritas dapat mengurangi stereotip negatif dan meningkatkan kepatuhan prososial di masa depan. Dalam konteks Indonesia, di mana kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara kadang tergerus berbagai isu, inisiatif semacam ini menjadi strategi preventif yang strategis.
Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan komitmen Polri dalam membangun kedekatan organik dengan generasi muda.
“Polisi bukan hanya simbol kekuasaan, tapi sahabat yang hadir melindungi dan mengayomi. Dengan mendekatkan diri sejak dini melalui program ini, kami berharap anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa hukum dan keamanan adalah bagian dari kehidupan yang melindungi, bukan menakutkan,” ujar AKP Anom.
Ia menambahkan bahwa respons dari pihak KB Siwi Peni sangat positif, dengan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Pendekatan humanis semacam ini diharapkan dapat menjadi model replikasi di wilayah lain, terutama di daerah pedesaan di mana interaksi anak dengan polisi masih minim.
Kunjungan ini sekaligus menggarisbawahi peran polsek sebagai ujung tombak Polri di tingkat kecamatan: tidak hanya menegakkan hukum, tapi juga membangun fondasi sosial yang kokoh melalui pendidikan karakter. Bagi anak-anak KB Siwi Peni, hari itu mungkin hanya petualangan kecil yang menyenangkan. Namun, benih pemahaman bahwa “polisi adalah teman” telah ditanam—dan benih itu, jika terus dirawat, berpotensi tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar hukum dan saling percaya.
Pewarta: Nandang Bramantyo

