RI News Portal. Melawi – Di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat minim di Kalimantan Barat sepanjang awal tahun ini, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengancam. Respons cepat terhadap kejadian nyata baru-baru ini menjadi momentum penting bagi aparat keamanan dan tim pencegahan bencana untuk memperkuat koordinasi.
Kamis (29/1/2026), di area belakang Polres Melawi, terjadi insiden kebakaran pada lahan kering yang bergerak cukup cepat akibat angin dan kondisi kekeringan. Tim gabungan Polres Melawi bersama Manggala Agni Ponja Melawi langsung bergerak sigap melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Tak berhenti di situ, pada hari yang sama, Polres Melawi bersama Manggala Agni Daerah Operasi XI/Sintang – Pondok Kerja Melawi menggelar simulasi pemadaman api secara intensif di lokasi yang sama. Kegiatan ini dirancang untuk mensimulasikan situasi darurat karhutla sesungguhnya, sekaligus melatih personel dalam menghadapi ancaman serupa di masa mendatang.

Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla., menyambut positif pelaksanaan simulasi tersebut. Menurutnya, latihan ini merupakan bentuk nyata sinergitas antarinstansi untuk memastikan kesiapan Polres Melawi dalam mencegah dan menangani karhutla.
“Simulasi ini menjadi wujud komitmen bersama agar personel siap menghadapi situasi riil. Kami ingin memastikan setiap anggota tidak hanya teori, tapi juga mampu mempraktikkan langsung langkah-langkah pencegahan dan penanganan,” ujar AKBP Harris.
Dalam simulasi tersebut, personel diajak mengenal dan mempraktikkan berbagai tahapan penting, mulai dari ground check hotspot berbasis aplikasi AlpineQuest, teknik gulung selang, strategi pemadaman api, hingga size up (penilaian situasi lapangan) dan mapping up (penyisiran area bekas terbakar). Materi disampaikan secara langsung oleh tim Manggala Agni.
Baca juga : Polwan Polres Melawi Tunjukkan Aksi Heroik: Gendong Korban Kecelakaan untuk Penyelamatan Cepat
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan peralatan pemadaman mekanis beserta cara penggunaannya, seperti mesin robin, selang hantar berdiameter 1,5 inci, nozel, Y konektor, selang hisap, serta pompa punggung. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kemampuan teknis personel dalam operasi lapangan.
Danru Manggala Agni Ponja Melawi, Tri Sulayadhi, turut menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya kelanjutan kolaborasi untuk menjaga kesiapsiagaan bersama.
“Manggala Agni siap bersinergi secara berkelanjutan dengan Polres Melawi. Langkah ini mencakup optimalisasi sarana dan prasarana yang ada, serta upaya edukasi dan pencegahan karhutla bersama pihak terkait lainnya,” katanya.

Tri Sulayadhi menambahkan, dengan kondisi curah hujan yang sangat rendah saat ini di wilayah Kalimantan Barat, simulasi semacam ini krusial untuk meminimalkan risiko kebakaran skala besar. Ia berkomitmen terus mendorong edukasi masyarakat dan penguatan tim di lapangan.
Kegiatan dihadiri Kasat Samapta Polres Melawi AKP Nono Partoyuwono, KBO Samapta Iptu Darmawan Susilo, S.E., personel Satuan Samapta, serta Danru Pondok Kerja Melawi beserta anggota Manggala Agni.
Upaya preventif dan simulasi seperti ini diharapkan menjadi standar dalam pengendalian karhutla di Kabupaten Melawi, terutama di tengah ancaman musim kering yang berkepanjangan. Sinergi lintas instansi ini menjadi harapan bersama agar wilayah tetap terlindungi dari bencana api yang kerap melanda Kalimantan.
Pewarta: Lisa Susanti

