RI News Portal. Gunung Kidul – Di tengah upaya sistematis membangun ketahanan nasional, jajaran TNI di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul memperluas medan pembinaannya hingga ke ranah gizi anak sekolah. Tidak sekadar pelatihan fisik, upaya menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan aktif kini digaungkan melalui edukasi pola konsumsi pangan berbasis ilmiah.
Bertindak sebagai ujung tombak, Babinsa Koramil 07/Karangmojo, Serda Lubis, secara interaktif memberikan penyuluhan mengenai prinsip pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada puluhan siswa SD Muhammadiyah Branjang, Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang digelar di sekolah tersebut menandai pendekatan baru TNI dalam membangun fondasi kesehatan masyarakat sejak dini.
“Anak-anak adalah aset strategis bangsa. Fondasi kemajuan suatu negara dimulai dari kualitas sumber daya manusianya, dan itu diawali dengan status gizi yang baik di usia dini,” tegas Serda Lubis dalam paparannya. Ia menambahkan, penerapan B2SA bukan sekadar teori kesehatan, melainkan sebuah strategi preventif untuk memitigasi ancaman stunting dan defisit kognitif pada anak.

Dalam sesi yang dikemas interaktif itu, Serda Lubis memecah konsep B2SA menjadi empat aksi konkret yang mudah dipahami para siswa: keberagaman jenis pangan sebagai kunci kecukupan gizi, komposisi nutrisi yang lengkap (karbohidrat, protein, vitamin, mineral), pengaturan porsi seimbang, serta kewaspadaan terhadap keamanan pangan dari bahan kimia berbahaya.
“Kami ingin mengubah paradigma dari sekadar ‘makan yang enak’ atau ‘makan yang kenyang’ menjadi ‘makan yang berpikir’. Setiap suapan harus bernilai gizi untuk membangun tubuh dan otak yang optimal,” imbuhnya.
Inisiatif TNI ini mendapat respons positif dari institusi pendidikan. Pihak SD Muhammadiyah Branjang menilai kehadiran figur Babinsa membawa perspektif dan energi berbeda, sehingga materi yang sering dianggap normatif menjadi lebih hidup dan mudah diadopsi oleh siswa. Antusiasme peserta terlihat saat mereka diajak mengenal dan membedakan sumber-sumber protein serta vitamin dari bahan pangan lokal.
Secara terpisah, Danramil 07/Karangmojo, Kapten Cba Setiyono, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari operasi pembinaan teritorial yang berkelanjutan. “Ini adalah wujud nyata implementasi peran TNI dalam penguatan ketahanan pangan dan kesehatan komunitas. Kami memulai dari level paling dasar, yaitu pendidikan anak sekolah, karena merekalah cikal bakal ketahanan bangsa di masa depan,” paparnya.
Edukasi tersebut tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan unsur pemerintah daerah dan tenaga ahli setempat menunjukkan pendekatan yang holistik. Turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut Lurah Ngawis Anjar Kurniawan, A.Md., Ahli Gizi SPPG Kalurahan Ikfina Maufuriya F., Str.Gz., serta penyuluh pertanian setempat, menandakan adanya sinergi tridarma antara unsur keamanan, pemerintah, dan ahli teknis.
Analis kebijakan publik menilai, langkah proaktif TNI dalam isu kesehatan dasar seperti ini merefleksikan perluasan peran institusi militer dalam nation-building, yang bergeser dari pendekatan keamanan konvensional menuju pembangunan human capital secara langsung. Edukasi B2SA oleh Babinsa dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya kuat fisiknya, tetapi juga memiliki kapasitas kognitif yang kompetitif.
Pewarta : Lee Anno

